Usaha kantin di lingkungan kampus merupakan salah satu bentuk usaha mikro yang memiliki peran penting dalam menyediakan kebutuhan makanan dan minuman bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Meskipun memiliki aktivitas transaksi yang relatif tinggi, pengelolaan keuangan usaha kantin masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain belum adanya pemisahan keuangan usaha dan pribadi, pencatatan transaksi yang belum teratur, serta keterbatasan pemahaman mengenai perhitungan laba, modal, biaya, dan arus kas. Kondisi tersebut dapat menghambat pemilik usaha dalam mengetahui kinerja usaha secara akurat dan mengambil keputusan bisnis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan pelaku usaha kantin dalam melakukan pencatatan serta pembukuan sederhana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, sosialisasi literasi keuangan, pelatihan pencatatan transaksi, praktik penyusunan pembukuan sederhana, pendampingan, dan evaluasi. Materi meliputi pemisahan uang pribadi dan usaha, pencatatan penerimaan dan pengeluaran, pengelolaan kas, penghitungan laba-rugi, pengendalian persediaan, serta penyusunan laporan keuangan sederhana. Hasil pendampingan menunjukkan adanya perubahan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan pencatatan transaksi usaha secara lebih sistematis. Peserta mulai memahami pentingnya pencatatan setiap transaksi, pemisahan keuangan usaha dari keuangan pribadi, serta penggunaan informasi keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan. Kegiatan juga menghasilkan format pembukuan sederhana yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh pengelola kantin. Pendampingan secara langsung menjadi faktor penting karena pelaku usaha tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik sesuai dengan kondisi transaksi usaha sehari-hari.