Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI PEMETAAN TANAH CLAY SHALE PADA DAERAH METESEH ; JABUNGAN SEMARANG BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN SLAKE DURABILITY Utomo, Dani Lukmito; Trinalda, Heins Christian; Prabandiyani R. W., Sri; Hardiyati, Siti
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian mengenai “Pemetaan Tanah Clay Shale Pada Daerah Meteseh - Jabungan Semarang Berdasarkan Hasil Pengujian Slake Durability” ini dilatarbelakangi Kota Semarang yang memiliki potensi yang besar sebagai wilayah pengembangan pusat pertumbuhan karena wilayahnya yang strategis di provinsi Jawa Tengah, namun Kota Semarang menghadapi permasalahan terkait dengan potensi gerakan tanah yang diakibatkan tanah Clay Shale. Pemetaan tematik ini diharapkan dapat membantu pada perencanaan pembangunan di wilayah Semarang, terutama pada kasus ini pada daerah Meteseh – Jabungan sebagai lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan data sampel di lapangan, Peta Geologi Magelang dan Semarang dan Peta Citra Satelit. Hasil dari Penelitian ini adalah Peta Klasifikasi Indeks Free Swelling, Peta Klasifikasi Indeks Plastisitas, Peta Nilai Indeks Slake Durability dan Peta Nilai Shale Rating. Dari peta-peta tersebut dapat diterapkan sebagai acuan beberapa hal aplikasi pada bidang Teknik Sipil seperti penggunaan material Clay Shale sebagai timbunan (desain material dan pemadatan tanah) dan pemotongan lereng Clay Shale.
Tren Penelitian Penatagunaan Tanah dalam Kebijakan Pertanahan: Analisis Bibliometrik dari Perspektif Negara Berkembang Utomo, Dani Lukmito
Tunas Agraria Vol. 8 No. 3 (2025): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v8i3.477

Abstract

This study aims to map scientific trends and global collaboration dynamics in land use studies in land policy, with a focus on developing countries. Using a bibliometric approach to 124 Scopus-indexed scientific articles during the period 2015–2025, the analysis was conducted using the Bibliometrix package in R Studio software. The results show a significant increase in the number of publications, especially since 2020, but this trend has not been accompanied by a commensurate increase in scientific impact. The most prominent central themes include “land management,” “land tenure,” and “land use planning,” while interdisciplinary approaches linking land issues to climate change and sustainable development continue to strengthen. Countries such as the Netherlands and Ethiopia dominate scientific production and collaboration, reflecting the strengthening involvement of the Global South in the global land discourse. A systematic synthesis of 17 selected articles identified three priority research agendas for further study: analysis of polycentric governance models that synergize various systems and actors; causal measurement of the impacts and trade-offs between land certification programs, food security, and ecosystem integrity; and economic-political studies of geospatial technologies to prevent new forms of digital land grabbing. These research agendas are expected to facilitate the transition from mere land administration to transformative, adaptive, and equitable land governance for developing countries.   Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren keilmuan dan dinamika kolaborasi global dalam studi penatagunaan tanah dalam kebijakan pertanahan, dengan fokus pada negara berkembang. Menggunakan pendekatan bibliometrik terhadap 124 artikel ilmiah terindeks Scopus selama periode 2015–2025, analisis dilakukan dengan menggunakan Bibliometrix package pada perangkat lunak R Studio. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi, terutama sejak 2020, namun tidak diikuti oleh peningkatan dampak ilmiah yang sebanding. Tema sentral yang paling menonjol meliputi “land management”, “land tenure”, dan “land use planning”, sementara pendekatan lintas disiplin yang mengaitkan isu tanah dengan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan terus menguat. Negara-negara seperti Belanda dan Etiopia tampil dominan dalam produksi dan kolaborasi ilmiah, mencerminkan penguatan keterlibatan Global South dalam wacana pertanahan global. Sintesis sistematis dari 17 artikel terpilih mengidentifikasi tiga agenda riset prioritas lanjutan: analisis model tata kelola polisentris yang menyinergikan berbagai sistem dan aktor, pengukuran secara kausal dampak dan trade-off antara program sertifikasi lahan, ketahanan pangan, dan integritas ekosistem, dan studi ekonomi-politik teknologi geospasial untuk mencegah jenis baru perampasan tanah secara digital. Agenda riset tersebut diharapkan dapat memfasilitasi transisi, dari hanya sekadar administrasi pertanahan, menjadi tata kelola pertanahan yang transformatif, adaptif, dan berkeadilan bagi negara berkembang.
Analisis Spatial Autocorrelation pada Kampung Reforma Agraria di Kabupaten Buleleng Utomo, Dani Lukmito
Jurnal Pertanahan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pertanahan
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53686/jp.v13i2.222

Abstract

Reforma agraria adalah suatu perubahan besar dalam struktur agraria, yang membawa peningkatan akses petani miskin pada lahan, serta kepastian penguasaan bagi mereka yang menggarap lahan. Kurangnya informasi analisis spasial terkait kampung reforma agraria di Indonesia menjadi salah satu perhatian serta alasan dalam penyusunan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran serta hubungan spasial bidang-bidang tanah pada lokasi kampung reforma agraria di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Metode analisis yang digunakan adalah analisis spatial autocorrelation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran spasial bidang tanah kampung reforma agraria dan potensi tanah objek reforma agraria di Desa Sumberklampok memperlihatkan pola mengelompok. Hubungan spasial yang paling signifikan adalah pada lokasi permukiman yang mengindikasikan bahwa masyarakat Desa Sumberklampok lebih terkonsentrasi di lokasi ini. Penelitian ini menunjukkan perlunya kebijakan reforma agraria yang lebih efektif untuk pemerataan kepemilikan tanah dan pengembangan wilayah kawasan kampung reforma agraria. Agrarian reform is a significant change in the agrarian structure that enhances access to land for poor farmers with provides certainty of ownership for those cultivating the land. The lack of spatial analysis information regarding Agrarian Reform Villages in Indonesia is one of the concerns and reasons for preparing this study. This study aims to analyze the spatial distribution patterns and relationships of land parcels in the Agrarian Reform Village located in Sumberklampok Village, Gerokgak District, Buleleng Regency, Bali Province. The analytical method used is spatial autocorrelation analysis. The research findings indicate that the spatial distribution pattern of land parcels in the Agrarian Reform Village and the potential of the Land Object of Agrarian Reform in Sumberklampok Village show a clustered pattern. The most significant spatial relationship is observed in residential areas, indicating a higher concentration of the Sumberklampok Village community in this location. This study indicates the need for more effective agrarian reform policies to promote equitable land ownership and the development of the Agrarian Reform Village area.
Zona Khusus Kepemilikan Asing dan Restrukturisasi Kebijakan Pertanahan untuk Pertumbuhan Investasi dan Family Office di Indonesia: Tinjauan Integratif dan Analisis Isi Susanto, I Made Herman; Utomo, Dani Lukmito; Dethan, Wehelmina Linda Herlophina; Widiastuti, Ni Luh Putu Ari Saptarini; Sriati, Ni Ketut
Tunas Agraria Vol. 9 No. 1 (2026): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v9i1.514

Abstract

The global investment wave from Ultra-High-Net-Worth Individuals (UHNWIs) and Family Offices (FOs) faces a paradox in Indonesia: policy pressures to attract long-term investment clash with foreign land ownership regulations that are considered rigid and vulnerable to illegal practices such as nominees. This qualitative research, using an integrative literature review and content analysis approach to existing regulations and literature documents, aims to (1) synthesize literature findings on FOs and foreign land ownership policies, (2) evaluate the opportunities for establishing 'Special Zones' as an adaptive policy solution, and (3) formulate priority strategies for the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency (ATR/BPN). The research results identify a fundamental tension between investment attractiveness and sustainability imperatives. As a solution, this study recommends policy restructuring that focuses on the creation of Special Zones for Foreign Ownership (ZKKA) based on the Digital RDTR, the development of a risk-based ownership verification system, reform of land services digitalization policies, specific regulations for investment and FOs, and human resource capacity building. This multidimensional strategy is expected to transform challenges into opportunities to attract strategic investment while ensuring agrarian sovereignty, environmental sustainability, and social justice.   Gelombang investasi global dari Ultra-High-Net-Worth Individuals (UHNWIs) dan Family Office (FO) menghadapi paradoks di Indonesia: desakan kebijakan untuk menarik investasi jangka panjang berbenturan dengan regulasi kepemilikan asing atas tanah yang dianggap kaku dan rentan terhadap praktik ilegal seperti nominee. Penelitian kualitatif dengan pendekatan Integrative Literature Review dan Content Analysis terhadap regulasi eksisting dan dokumen literatur ini bertujuan untuk: (1) mensintesis temuan literatur mengenai FO dan kebijakan kepemilikan asing atas tanah, (2) mengevaluasi peluang pembentukan 'Zona Khusus' sebagai solusi kebijakan adaptif, serta (3) merumuskan strategi prioritas bagi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Hasil penelitian mengidentifikasi ketegangan mendasar antara daya tarik investasi dan imperatif keberlanjutan. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan restrukturisasi kebijakan yang berfokus pada penciptaan Zona Khusus Kepemilikan Asing (ZKKA) berbasis RDTR Digital, pengembangan sistem verifikasi kepemilikan berbasis risiko, reformasi kebijakan digitalisasi layanan pertanahan, regulasi khusus untuk investasi dan FO, dan peningkatan kapasitas SDM. Strategi multidimensi ini diharapkan dapat mengubah tantangan menjadi peluang untuk menarik investasi strategis sekaligus menjamin kedaulatan agraria, keberlanjutan lingkungan, dan keadilan sosial.