Joice Rumondang
FK USU

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Terapi Eksosom pada Melasma: Bukti Baru dan Aplikasi Klinis: Terapi Eksosom pada Melasma: Bukti Baru dan Aplikasi Klinis Joice Rumondang; Nelva Karmila Jusuf
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 3 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i3.565

Abstract

   Melasma merupakan gangguan hiperpigmentasi kronis pada wajah dan banyak ditemukan pada wanita dengan warna kulit lebih gelap. Melasma menjadi tantangan klinis karena patogenesisnya multifaktorial, respons terhadap terapi bervariasi, dan kekambuhan sering terjadi. Iritasi akibat modalitas terapi dapat meningkatkan risiko hiperpigmentasi pascainflamasi, sehingga diperlukan terapi tambahan yang menargetkan mekanisme patogenesis. Eksosom, terutama yang berasal dari sel punca mesenkimal, membawa molekul bioaktif yang memodulasi melanogenesis, inflamasi, stres oksidatif, dan homeostasis melanosom. Tinjauan pustaka ini bertujuan mengevaluasi peran dan bukti efektivitas eksosom pada melasma. Pencarian dilakukan melalui PubMed/MEDLINE, Scopus, dan Google Scholar terhadap publikasi 2021–2025 menggunakan kata kunci exosome, extracellular vesicle, melasma, melanogenesis, skin pigmentation, dan hyperpigmentation. Sebanyak 23 artikel digunakan, meliputi penelitian praklinis, klinis, dan tinjauan. Bukti praklinis menunjukkan modulasi melanogenesis melalui MITF, tirosinase, TYRP1/TYRP2, serta degradasi dan transport melanosom. Bukti klinis masih terbatas; studi Wang dkk. dan Proietti dkk. menunjukkan perbaikan pigmentasi setelah kombinasi eksosom dengan prosedur penghantaran. Namun, ukuran sampel kecil, heterogenitas produk dan metode penghantaran, serta keterbatasan follow-up membatasi interpretasi hasil. Eksosom berpotensi sebagai terapi tambahan, tetapi diperlukan penelitian dengan standardisasi produk dan follow-up jangka panjang.