Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Aktivitas Antimikroba dan Antiinflamasi Ekstrak Kasar Daun Sambiloto (Andrographis Paniculata) Suciana Syafitra; Riski Dwimalida Putri
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 4 No 1 (2026): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/wr9eb391

Abstract

Tanaman Sambiloto merupakan salah satu bahan alam yang semakin banyak peminatnya untuk dijadikan obat tradisional, karena memiliki khasiat yang banyak sejak zaman dulu. Kandungan utama dari daun Sambiloto adalah diterpenoide lactones (andrographolide), paniculides, farnesols dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui rendemen ekstrak kasar dan ekstrak sesudah partisi. Setelah itu, uji aktivitas antimikroba bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menggunakan metode kertas cakram dengan melihat diameter zona hambat yang dihasilkan. Dilanjutkan kembali uji aktivitas anttinflamasi metode membran sel darah merah dengan metode HRBC banyak digunakan karena membran eritrosit mirip dengan membran lisosom yang dapat mempengaruhiproses inflamasi. Dikatakan pula bahwa kestabilan membran eritrosit terhadap gangguan yang diinduksi larutan hipotonik, dapat juga digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui stabilisasi membran lisosom. Berdasarkan hasil tersebut tanaman sambiloto mendapatkan persen rendemen ekstrak kasar sebesar 52%, etil asetat dengan nilai 78%, dan n-heksan 10%. Setelah itu, pengukuran zona hambat pada uji bakteri Escherichia ekstrak kental, etil asetat, etanol- air, mendapatkan aktivitas zona hambat sebesar sebesar 0,65 cm, 0,65 cm, 1,1 cm. Pada bakteri Staphylococcus aureus zona hambat yang dipatkan pada ekstrak kental, etil asetat, dan etanol- air yaitu 1,6 cm, 2,25 cm, 2,35 cm. Hasil aktivitas antiinflamasi % inhibisi tertinggi yaitu pada ekstrak kasar sebesar 92%, ektrak etanol-etil 89%, etil aetat sebesar 88%, dan n-heksan 85%.