Kurikulum Merdeka mengarahkan pembelajaran di Indonesia menjadi berpusat pada peserta didik, fleksibel, dan kreatif untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21 (Salim, 2023). Penelitian ini menanggapi rendahnya prestasi dan keaktifan siswa kelas VI B SD Negeri 1 Sapuran dengan mengimplementasikan PTK dua siklus yang mengintegrasikan Problem-Based Learning (PBL) berlandaskan prinsip pembelajaran mendalam, menggunakan media konkret dan percobaan sederhana pada materi peluang. Subjek sebanyak 28 siswa; data dikumpulkan melalui tes serta instrumen non-tes; ketuntasan ditetapkan bila ≥75% siswa mencapai KKTP ≥75. Intervensi mengikuti siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi; instrumen divalidasi dan data ditriangulasi untuk keandalan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: rata-rata kelas naik dari 36,96 (pre-test) menjadi 81,71 (akhir Siklus II), dan ketuntasan klasikal meningkat dari 0% menjadi 79% pada Siklus II. Observasi menunjukkan aktivitas peserta didik tinggi (85% Siklus I; 83% Siklus II) dan aktivitas guru dalam kategori baik (76% Siklus I; 78% Siklus II). Peningkatan ini terkait fase PBL didukung media konkret yang mengaitkan konsep abstrak peluang dengan konteks nyata serta strategi pembelajaran bermakna, sadar, dan menyenangkan. Penelitian ini mengisi kekosongan dengan menggabungkan PBL dan pembelajaran mendalam pada materi peluang di tingkat SD dan menunjukkan model ini mampu meningkatkan prestasi belajar dan keterlibatan secara simultan. Temuan mengindikasikan model ini efektif untuk meningkatkan hasil dan partisipasi belajar matematika di sekolah dasar.