Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran matematika. Kemampuan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek, salah satunya aspek afektif berupa self-esteem. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika menurut teori Krulik dan Rudnick ditinjau dari self-esteem siswa yaitu self-esteem tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran angket self-esteem, pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematika, serta wawancara. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas lima siswa kelas VIII-A SMPN 1 Sukahening. Data dianalisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan self-esteem tinggi mampu dalam seluruh tahapan kemampuan pemecahan masalah matematika menurut teori Krulik dan Rudnick, siswa dengan self-esteem sedang mampu dalam empat tahapan kemampuan pemecahan masalah matematika menurut teori Krulik dan Rudnick, tetapi tidak mampu dalam tahap merefleksi dan mengembangkan. Sementara itu siswa dengan self-esteem rendah hanya mampu pada satu tahapan kemampuan pemecahan masalah matematika menurut teori Krulik dan Rudnick yaitu membaca dan berpikir serta mengalami kesulitan dalam melanjutkan penyelesaian pada tahapan berikutnya. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika menunjukkan karakteristik yang berbeda pada setiap tingkat self-esteem. Oleh karena itu aspek afektif, khususnya self-esteem perlu diperhatikan dalam pembelajaran matematika.