Kemampuan penalaran dan pembuktian matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran geometri karena menuntut siswa untuk menghubungkan konsep, menyusun argumen logis, dan memvalidasi kebenaran suatu pernyataan matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan penalaran dan pembuktian matematis siswa kelas VII setelah mengikuti pembelajaran geometri dengan pendekatan Differentiated Instruction berorientasi literasi numerasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest–posttest. Partisipan penelitian adalah 21 siswa kelas VII yang mengikuti tes sebelum dan sesudah pembelajaran. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan penalaran dan pembuktian matematis pada materi geometri. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, paired sample t-test, dan ukuran efek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest siswa sebesar 44,05 meningkat menjadi 73,57 pada posttest, dengan selisih rata-rata 29,52 poin. Data pretest dan posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi Shapiro–Wilk masing-masing 0,057 dan 0,052. Hasil paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, t(20) = -14,695; p < 0,001, dengan ukuran efek sangat besar, Cohen’s d = 3,207. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran geometri dengan pendekatan Differentiated Instruction berpotensi mendukung peningkatan kemampuan penalaran dan pembuktian matematis siswa. Namun, karena penelitian ini tidak menggunakan kelas kontrol, hasilnya perlu ditafsirkan sebagai bukti peningkatan dalam satu kelompok, bukan sebagai bukti komparatif terhadap pendekatan pembelajaran lain.