Latar belakang: Nilai perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber pendanaan dan memanfaatkan peluang investasi. Namun, penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang belum konsisten mengenai pengaruh fleksibilitas keuangan dan investment opportunity set terhadap nilai perusahaan. Kondisi ini menunjukkan perlunya mempertimbangkan working capital management sebagai mekanisme yang dapat memengaruhi hubungan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh fleksibilitas keuangan dan investment opportunity set terhadap nilai perusahaan serta menganalisis peran working capital management dalam memoderasi kedua hubungan tersebut Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Sampel ditentukan melalui purposive sampling dan menghasilkan 218 perusahaan dengan 872 observasi. Pengujian dilakukan menggunakan regresi data panel dan moderated regression analysis dengan EViews 14. Hasil uji Chow dan Hausman menetapkan fixed effect model sebagai model estimasi. Hasil Penelitian: Fleksibilitas keuangan yang diproksikan dengan retained earnings terhadap total aset berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Investment opportunity dan working capital management tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, working capital management mampu memperlemah pengaruh negatif fleksibilitas keuangan dan memperkuat pengaruh investment opportunity terhadap nilai perusahaan pada tingkat signifikansi 10%. Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menempatkan working capital management sebagai mekanisme moderasi yang menghubungkan kapasitas pendanaan internal dan peluang investasi dengan nilai perusahaan. Temuan menunjukkan bahwa penciptaan nilai tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya dan peluang investasi, tetapi juga pada efisiensi pengelolaan modal kerja yang mendukung pemanfaatan sumber daya tersebut.