Irwanto Irwanto
IAIDU Asahan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Festival Anak Sholeh Sebagai Media Pembinaan Karakter Religius Siswa Sekolah Dasar di Desa Aek Tapa, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara Surono ZR; Irwanto Irwanto; Nurhayati Pane
Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Volume 4 Nomor 3 September 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jerh.v4i3.2511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan kegiatan Festival Anak Sholeh sebagai media pembinaan karakter religius anak usia sekolah dasar di Desa Aek Tapa, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kegiatan ini merupakan program kerja pengabdian kepada masyarakat (PkM) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 yang dilaksanakan pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Aek Tapa, dengan sasaran anak usia 5-12 tahun di desa tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi dokumentasi dan observasi partisipatif, menggunakan laporan pelaksanaan PkM, dokumentasi kegiatan, dan catatan panitia sebagai sumber data utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa Festival Anak Sholeh, yang terdiri atas empat cabang perlombaan yaitu lomba azan, hafalan surah pendek (kategori putra dan putri), sholawat, dan puisi Islami, berkontribusi dalam menumbuhkan nilai kecintaan terhadap Al-Qur'an, disiplin, tanggung jawab, percaya diri, dan sportivitas pada diri anak, sekaligus mempererat sinergi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, tokoh agama, dan orang tua dalam pembinaan generasi religius. Kegiatan ini melibatkan sekitar 44 orang peserta, panitia, dan dewan juri. Kendala yang dihadapi meliputi sosialisasi yang belum menjangkau seluruh warga, keterbatasan perlengkapan, rasa gugup peserta, keterbatasan waktu, dan perbedaan kemampuan antarpeserta, yang seluruhnya dapat diatasi melalui koordinasi panitia dengan pemerintah desa dan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan agar Festival Anak Sholeh dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai program berkelanjutan dalam pembinaan karakter religius anak di Desa Aek Tapa.
Peningkatan Keterampilan Public Speaking Melalui Teknik Transisi Untuk Mengatasi Kecemasan Berbicara Terbuka Irwanto Irwanto; Nurhayati Pane; M. Ibnu Afrizal
Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Volume 4 Nomor 3 September 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jerh.v4i3.2970

Abstract

Kecemasan berbicara di depan umum, atau yang dalam khazanah retorika Indonesia sering disebut kecemasan komunikasi dan demam panggung, merupakan hambatan psikologis yang paling banyak dilaporkan dan kerap menghalangi individu, khususnya mahasiswa dan pembicara pemula, dalam menyampaikan gagasan secara lisan. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual bagaimana teknik transisi yakni penggunaan kata penghubung, kerangka peralihan gagasan, dan ikhtisar penutup dalam penyajian lisan dapat difungsikan sebagai strategi ganda: memperbaiki keterampilan public speaking sekaligus menurunkan kecemasan berbicara terbuka. Kajian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka naratif dengan menelaah buku-buku retorika dan komunikasi terbitan Indonesia serta hasil penelitian pada jurnal ilmiah nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknik transisi bekerja melalui tiga mekanisme utama, yaitu (1) mekanisme kognitif, dengan menyediakan kerangka penyajian yang terstruktur sehingga mengurangi beban ingatan pembicara saat berpindah gagasan; (2) mekanisme psikologis, dengan meningkatkan rasa kendali dan efikasi diri pembicara terhadap alur presentasinya; dan (3) mekanisme komunikatif, dengan memperjelas alur pesan sehingga audiens lebih mudah mengikuti dan memberikan umpan balik positif yang memperkuat kepercayaan diri pembicara. Artikel ini merekomendasikan integrasi latihan teknik transisi ke dalam pelatihan dan pembelajaran public speaking sebagai intervensi praktis yang aplikatif, murah, dan dapat diajarkan secara bertahap.