Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI SARANA PUPUK KOMPOS MENGGUNAKAN FERMENTASI AIR BERAS DUSUN CIWANGUN DESA CUPUNAGARA Selvi Suryatin; Difka Rifatul Karim; Rangga Sandi Saputra; Arabela Grecia Fernanda; Riva Fandiani; Rafli Pagar Alam; Astrid Nandar Aprilia; Renita Dhiya Djati Ramadhani; Andi Surya Bahari; Yazid Zenden Alwala; Hapid Fadilah; Ersoni Wantama
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 5 (2026): Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i5.63018

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di kawasan pedesaan. Dusun Ciwangun, Desa Cupunagara, Kabupaten Subang, menghadapi kendala berupa rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, belum tersedianya sarana daur ulang, serta minimnya sosialisasi program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sarana pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan fermentasi air beras sebagai aktivator alami. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui tiga tahapan utama: sosialisasi, demonstrasi, dan pendampingan. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada warga tentang pentingnya pengelolaan sampah dan dampak negatif pembuangan sampah sembarangan. Demonstrasi meliputi peragaan langsung pembuatan aktivator dari fermentasi air cucian beras dan praktik pembuatan kompos menggunakan sampah organik rumah tangga. Pendampingan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program setelah kegiatan demonstrasi selesai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah organik dan keterampilan dalam membuat pupuk kompos secara mandiri. Masyarakat mulai memilah sampah organik dan mengolahnya menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian. Program ini memberikan manfaat bagi lingkungan dengan mengurangi sampah yang dibuang sembarangan, manfaat ekonomi dengan menghasilkan pupuk yang dapat digunakan sendiri, serta manfaat kesehatan dengan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah lainnya.