Ikhwan Ma’rufi Gusni Ramadhan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Tutupan Lahan di Kawasan Wisata Guci Kabupaten Tegal Lin Aliyyu; Devi Noravida; Alif Zidan Nabhan; Ikhwan Ma’rufi Gusni Ramadhan; Keisya Gadiza Faisal; Trida Ridho Fariz; Andhina Putri Heriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan sektor pariwisata di Kawasan Wisata Guci memicu perubahanpenggunaan lahan yang signifikan, yang berpotensi mengancam stabilitas ekosistem di wilayahhulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan di KawasanWisata Guci dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2020 - 2025). Metode penelitian yangdigunakan yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif dilakukan melalui analisissosio temporal menggunakan perangkat lunak ArcMap 10.8 dengan teknik intepretasi visual padacitra satelit WorldView2 tahun 2025 dan pembandingan data tutupan tahun 2020. Sedangkan,metode kuantitatif dilakukan dengan wawancara mendalam dengan ketua RT dan mahasiswaeksternal di kawasan setempat. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren ekspansi lahanterbangun yang masif sebesar 204 Hektar, dengan konsentrasi pembangunan infrastrukturpariwisata di bagian tengah dan utara wilayah. Sebaliknya, lahan vegetatif mengalami penurunantajam, terutama pada sektor sawah sebesar 92,8 Hektar dan kebun campuran sebesar 81,1 Hektar.Temuan ini menunjukkan bahwa konversi lahan hijau menjadi area kedap air ini menyebabkanhilangnya struktur perakaran alami yang berfungsi sebagai pengikat tanah, sehingga memicupemadatan tanah dan menurunkan kapasitas infiltrasi. Kesimpulannya, tekanan pembangunanpariwisata yang tidak terkendali di Kawasan Guci telah menurunkan daya dukung lingkungan danmeningkatkan risiko aliran permukaan, sehingga diperlukan kebijakan manajemen lahan yanglebih ketat untuk menjaga keberlanjutan fungsi lindung di wilayah hulu.