Sampah plastik sekali pakai menjadi permasalahan lingkungan yang semakin mengkhawatirkandi lingkungan perguruan tinggi, termasuk di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam(FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Penelitian ini bertujuan menganalisisperilaku penggunaan plastik sekali pakai, tingkat kesadaran lingkungan, faktor-faktor yangmempengaruhinya, serta merumuskan strategi pengurangan berbasis analisis SWOT dilingkungan FMIPA UNNES. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dengan teknikpurposive sampling terhadap 15 responden yang terdiri atas 10 mahasiswa, 3 penjual kantin,dan 2 petugas kebersihan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasilapangan pada April hingga Mei 2026, kemudian dianalisis menggunakan model analisisinteraktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan plastik sekali pakai di lingkungan FMIPA masih tergolong tinggi, terutama berupakantong plastik, gelas cup, sedotan, dan kemasan styrofoam. Penggunaan tersebut dipengaruhioleh faktor kepraktisan, kebiasaan konsumsi, sistem pelayanan kantin yang belum ramahlingkungan, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Meskipun sebagian besar mahasiswa telahmemiliki kesadaran yang cukup baik terhadap dampak plastik, kesadaran itu belum mendorongperubahan perilaku secara konsisten. Kondisi ini mencerminkan value-action gap antarakesadaran lingkungan dan perilaku lingkungan nyata. Analisis SWOT menunjukkan bahwaFMIPA UNNES berada pada posisi Kuadran I dengan memanfaatkan kebijakan kampuskonservasi dan meningkatnya kesadaran mahasiswa sebagai kekuatan utama. Strategi yangdirumuskan mencakup penguatan edukasi, perluasan fasilitas ramah lingkungan, pengawasanpenerapan kebijakan, dan pembiasaan perilaku berkelanjutan secara kolektif.