Nazwa Ariyani Sigit
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Dampak Sosial Ekonomi dan Lingkungan Operasional Bengkel Sepeda Motor di Kawasan Pemukiman Gunung Pati, Semarang Aniq Muflihah; Nova Fahmi Destian; Butsainah Adilah Azharyya; Nazwa Ariyani Sigit; Muhammad Arfinda Raja Fahmi; Andhina Putri Heriyanti; Trida Ridho Fariz
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di kawasan permukiman mahasiswa KecamatanGunungpati, Kota Semarang, memicu menjamurnya usaha bengkel sepeda motor skala mikroyang berpotensi menimbulkan eksternalitas lingkungan dan sosial. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari aktivitas operasionalBengkel Wardana Motor, serta mengidentifikasi titik kritis atau hotspot yang dihasilkan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods). Analisislingkungan dilakukan melalui pemodelan Life Cycle Assessment (LCA) dengan batasangate-to-gate (ISO 14040) dan metode IPCC 2021 (ISO 14067) menggunakan perangkat lunakopenLCA v2.0 untuk mengukur parameter Global Warming Potential (GWP100). Datadampak sosial-ekonomi dihimpun melalui kuesioner kepada masyarakat sekitar dan dianalisissecara deskriptif persentase, kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi data. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa operasional bengkel (melayani 260 unit kendaraan/bulan)menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 1.862 kg CO₂ eq/bulan (7,16 kg CO₂eq/unit kendaraan) yang sepenuhnya disumbangkan oleh kategori fossil fuels akibat tingginyakonsumsi energi listrik dan bahan bakar fosil teknis. Operasional bengkel menghasilkaneksternalitas berupa 100.000 liter/bulan limbah cair dan akumulasi limbah B3 (oli bekas, aki,kain majun berminyak). Aspek ekonomi bengkel berkontribusi positif pada penyerapantenaga kerja lokal. Aspek sosial keberadaan bengkel menurunkan kenyamanan lingkungan(48%) dan memicu potensi konflik horizontal (45%) akibat polusi suara dan visual limbah.Penelitian ini menyimpulkan bahwa operasional bengkel di kawasan permukiman berisikotinggi mencemari lingkungan sehingga memerlukan langkah intervensi segera berupa auditefisiensi energi, pembuatan bak pemisah minyak (oil separator), dan pembatasan jamoperasional.