Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menuntut pengembangan keterampilan prosessains sebagai bagian dari pembentukan kemampuan berpikir ilmiah peserta didik, namunimplementasi praktikum di sekolah masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasansarana dan prasarana, keterbatasan waktu, serta kecenderungan pembelajaran yang bersifatprosedural sehingga kurang mampu mengembangkan keterampilan proses sains secara optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran VILCO (VirtualLaboratory–Confirmation Inquiry) sebagai alternatif inovatif dalam mengoptimalkanketerampilan proses sains peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian konseptual denganpendekatan studi literatur (literature review), di mana data dikumpulkan melalui kajianberbagai sumber pustaka berupa jurnal ilmiah, buku, dan prosiding yang relevan dengan topikketerampilan proses sains, virtual laboratory, dan inkuiri terkonfirmasi, kemudian dianalisissecara deskriptif kualitatif melalui tahapan identifikasi konsep, pengelompokan temuan, sertasintesis untuk merumuskan model pembelajaran yang diusulkan. Hasil kajian menunjukkanbahwa virtual laboratory memiliki keunggulan dalam memfasilitasi eksplorasi konsep secarainteraktif, sedangkan inkuiri terkonfirmasi efektif dalam memvalidasi konsep melaluieksperimen nyata, sehingga keduanya memiliki potensi untuk diintegrasikan dalam satu desainpembelajaran yang komprehensif. Berdasarkan sintesis tersebut, dikembangkan modelpembelajaran VILCO yang terdiri atas tahapan orientasi masalah, eksplorasi melalui virtuallaboratory, perumusan hipotesis, praktikum nyata berbasis inkuiri terkonfirmasi, analisis data,serta penarikan kesimpulan dan komunikasi hasil. Model ini memungkinkan peserta didikmengalami proses ilmiah secara utuh mulai dari eksplorasi hingga verifikasi konsep, sehinggaberpotensi meningkatkan keterampilan proses sains secara optimal. Model VILCO diharapkandapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran IPA yang relevan dengan perkembanganteknologi dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.