Lista Allmas Nurullayly Putri
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis AR-VR untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA di SMP Nur Hidayati; Lista Allmas Nurullayly Putri; Talitha Belva Agustine
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam pengembangan inovasipembelajaran, termasuk dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat SekolahMenengah Pertama (SMP). Salah satu permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaranIPA adalah kesulitan siswa dalam memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak, sepertistruktur dan fungsi sel. Teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) memilikipotensi untuk menghadirkan visualisasi konsep secara lebih konkret, interaktif, dan imersifsehingga dapat membantu siswa memahami fenomena ilmiah yang sulit diamati secaralangsung. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemanfaatan AR maupun VRsecara terpisah mampu meningkatkan pemahaman konsep, hasil belajar, serta keterlibatansiswa dalam pembelajaran sains. Namun demikian, kajian yang secara konseptualmengintegrasikan teknologi AR dan VR dengan model pembelajaran inkuiri secara sistematisdalam pembelajaran IPA di SMP masih terbatas. Oleh karena itu, artikel konseptual inibertujuan untuk merumuskan kerangka pengembangan model pembelajaran inkuiri berbasisAR–VR untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP. Penelitian ini menggunakanmetode literature review dengan menganalisis berbagai hasil penelitian yang relevan mengenaipenggunaan AR, VR, serta model pembelajaran inkuiri dalam pendidikan sains. Hasil kajianmenunjukkan bahwa integrasi teknologi AR–VR dalam sintaks pembelajaran inkuiri berpotensimendukung proses observasi, eksplorasi, analisis, dan konstruksi konsep secara lebihmendalam melalui pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual. Kerangkapembelajaran yang diusulkan diharapkan dapat menjadi alternatif inovasi pembelajaran IPAsekaligus menjadi dasar bagi penelitian empiris selanjutnya terkait implementasi modelpembelajaran inkuiri berbasis AR–VR di SMP.
AJIAN KONSEPTUAL PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA DALAM PENGUATAN LITERASI SAINS Talitha Belva Agustine; Aufiya Alkhikni Mufida; Lista Allmas Nurullayly Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di jenjang sekolah menengah pertama masihmenghadapi tantangan berupa rendahnya literasi sains siswa akibat penyampaian materi yangabstrak dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Literasi sains mencakup kemampuanmenjelaskan fenomena ilmiah, melakukan inkuiri, dan menginterpretasikan data saintifik.Kajian ini bertujuan untuk menyusun kerangka konseptual pemanfaatan lingkungan sekitarsebagai sumber belajar dalam penguatan literasi sains siswa.Metode yang digunakan adalahstudi pustaka melalui penelusuran sistematis terhadap artikel ilmiah pada database GoogleScholar, Sinta, Neliti, Garuda, dan Scopus periode 2018–2025. Dari 100 artikel yangteridentifikasi, dipilih 10 artikel utama berdasarkan relevansi terhadap indikator literasi sains.Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan sintesisteoritis.Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan sekitar berperan sebagai laboratoriumalam yang membantu siswa memahami fenomena ilmiah secara kontekstual, melatihketerampilan inkuiri melalui observasi langsung, serta meningkatkan kemampuan interpretasidata saintifik melalui integrasi kearifan lokal. Berdasarkan sintesis literatur tersebut,dirumuskan model konseptual “Eksplorasi Kontekstual” yang mencakup fase sinkronisasifenomena, eksplorasi terbimbing, diskursus saintifik, dan aksi-refleksi.Kesimpulan penelitianmenunjukkan bahwa pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar IPA berpotensimendukung penguatan literasi sains siswa melalui pengalaman belajar yang lebih kontekstualdan bermakna. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menguji model ini secara eksperimentaldengan integrasi teknologi digital dalam pembelajaran IPA.
Analisis Kemampuan Literasi Digital Peserta Didik SMP Hidayatullah Semarang Dalam Mendukung Keterampilan Abad ke-21 Lista Allmas Nurullayly Putri; Nur Hidayati; Aufiya Alkhikni Mufida
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan literasi digital merupakan salah satu kompetensi penting dalam mendukungketerampilan abad ke-21 yang harus dimiliki oleh peserta didik SMP seiring dengan pesatnyaperkembangan teknologi dan transformasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis kemampuan literasi digital siswa sebagai pendukung keterampilan abad ke-21 diSMP Hidayatullah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif denganmetode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket berbasis Google Formyang terdiri atas 20 butir pernyataan. Sampel penelitian berjumlah 30 peserta didik yangditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan denganmenghitung nilai rata-rata pada setiap aspek dengan bantuan SPSS, kemudian dikategorikanberdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan sesuai interval kemudian dikonversi dalambentuk presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital Pesertadidik berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,35 danjika di konversi ke presentase menjadi 83,75% yang dikategorikan sebagai nilai sangat tinggi.Aspek keamanan dan etika digital memperoleh nilai tertinggi, sedangkan aspek komunikasi dankreasi konten menunjukkan nilai yang relatif lebih rendah dibandingkan aspek lainnya. Temuanini mengindikasikan bahwa peserta didik telah memiliki kemampuan literasi digital yang baiksebagai penunjang keterampilan abad ke-21, namun masih diperlukan peningkatan dalampemanfaatan teknologi untuk komunikasi dan pengembangan konten digital.