Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap keselamatan kerjapraktikum di laboratorium IPA SMP Negeri 21 Semarang menggunakan metode deskriptifkuantitatif, dengan sampel sebanyak 30 siswa kelas VIII yang dipilih melalui teknikconvenience sampling berdasarkan kemudahan akses dan kesediaan responden untukberpartisipasi, serta instrumen berupa angket 15 butir pernyataan berskala Likert empat pilihanyang disusun mengacu pada kerangka Caymaz, telah diadaptasi dan divalidasi melalui expertjudgment, kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase berdasarkan kriteriainterpretasi Riduwan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa secara keseluruhanberada pada kategori Sangat Baik dengan rentang skor 82,5% hingga 95,0%, di mana skortertinggi diraih oleh indikator tidak bercanda atau berkelahi di laboratorium (95,0%) danmendengarkan instruksi guru (94,2%), sementara dua indikator terendah adalah tidakmenyentuh atau mencium bahan kimia secara langsung (82,5%) dan tidak panik ketika terjadikecelakaan (82,5%), yang mengindikasikan bahwa aspek kesiapsiagaan darurat dan kehatihatian teknis dalam penanganan bahan kimia masih perlu mendapat perhatian lebih, sehinggapenelitian ini merekomendasikan penyelenggaraan simulasi kecelakaan laboratorium secaraberkala dan pelatihan penanganan bahan kimia yang terstruktur sebagai langkah konkret untukmemperkuat kesiapsiagaan siswa, sekaligus menyarankan penelitian lanjutan yang melengkapidata persepsi dengan observasi langsung terhadap perilaku aktual siswa selama praktikum gunamemperoleh gambaran keselamatan kerja yang lebih komprehensif dan valid.