Maya Aprilia Wulandari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pembelajaran IPA Berbasis Laboratorium dalam Meningkatkan Keterampilan Kerja Ilmiah Siswa SMP Maya Aprilia Wulandari
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya penguasaan keterampilan kerja ilmiah siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)merupakan permasalahan yang memerlukan perhatian serius, mengingat masih terbatasnya pengalamanbelajar berbasis laboratorium yang diterapkan secara terencana dan berbasis inkuiri. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi strategi pembelajaran IPA berbasislaboratorium dalam mengembangkan keterampilan kerja ilmiah siswa SMP, sekaligus mengidentifikasifaktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian dilaksanakandengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan instrumen kuesioner terstruktur berisi 15 butirpernyataan yang terbagi dalam dua variabel: (1) strategi pembelajaran IPA berbasis laboratorium,mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, dan ketersediaan fasilitas; serta (2) keterampilan kerjailmiah, yang meliputi keterampilan dasar (observasi, klasifikasi, komunikasi), keterampilan proses(prediksi, hipotesis, interpretasi data), dan keterampilan lanjutan (perancangan percobaan dan penerapankonsep). Responden berjumlah 30 siswa SMP Negeri 11 Semarang kelas VII–IX yang dipilih melaluiteknik purposive sampling. Data diolah menggunakan perangkat lunak SPSS dengan analisis statistikdeskriptif. Uji reliabilitas instrumen menunjukkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,821 (reliabel), danuji normalitas Shapiro-Wilk menghasilkan nilai signifikansi p = 0,212 (p > 0,05, data berdistribusinormal). Hasil analisis menunjukkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam praktikum sudah cukup baik(83,3%), namun penggunaan panduan berbasis inkuiri terbimbing masih sangat rendah (40,0%). Profilketerampilan kerja ilmiah siswa menurun secara konsisten seiring meningkatnya jenjang: dariketerampilan dasar (60,0%–73,3%) hingga keterampilan lanjutan (36,7%–50,0%). Hambatan utamaberupa keterbatasan fasilitas laboratorium (70,0%) dan minimnya panduan berbasis inkuiri. Temuan inimenegaskan bahwa kualitas desain pedagogis berbasis inkuiri lebih berdampak signifikan terhadappengembangan keterampilan kerja ilmiah dibandingkan kelengkapan infrastruktur semata.