Awaluddin Awaluddin
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANCANGAN MODEL PENGELOLAAN PADANG PENGGEMBALAAN DORO NCANGA BERBASIS DAYA DUKUNG, ROTASI PENGGEMBALAAN, DAN KETAHANAN PAKAN DI KABUPATEN DOMPU Awaluddin Awaluddin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 5 (2026): Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i5.63525

Abstract

Padang Penggembalaan Doro Ncanga merupakan kawasan strategis peternakan rakyat di Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, dengan luas sekitar 3.634 hektare dan dimanfaatkan oleh sekitar 31.812 ekor ternak. Kegiatan pengabdian berbasis kajian terapan ini bertujuan merumuskan model pengelolaan padang penggembalaan yang lebih terukur melalui analisis daya dukung pakan, penataan rotasi penggembalaan, penguatan ketahanan pakan, penyediaan air, dan desain kelembagaan pengelola. Metode dilakukan melalui analisis deskriptif data kawasan, konversi populasi ke Satuan Ternak (ST), perhitungan neraca bahan kering (BK), identifikasi masalah, analisis alternatif pengelolaan, serta perancangan model mini ranch dan paddock. Populasi setara 30.861,6 ST menghasilkan kebutuhan pakan sekitar 70.364,4 ton BK/tahun. Dengan produktivitas hijauan dasar 17,7 ton BK/ha/tahun, produksi teoritis kawasan mencapai 64.321,8 ton BK/tahun, sedangkan pasokan yang aman dikonsumsi pada Proper Use Factor 50% diperkirakan 32.160,9 ton BK/tahun. Estimasi ini menunjukkan kesenjangan pakan aman sekitar 38.203,5 ton BK/tahun atau 54,3% dari kebutuhan. Luaran kajian berupa rancangan pengelolaan terpadu yang mencakup paddock 2–2,5 ha, areal hijauan pakan ternak, penanaman rumput dan lamtoro, rotational grazing, bank pakan, jaringan air ternak, infrastruktur pendukung, unit pengelola, serta sistem data dan monitoring. Model ini memberi dasar operasional bagi transisi dari penggembalaan terbuka menuju pengelolaan kawasan yang produktif dan berkelanjutan. Namun, angka daya dukung masih merupakan estimasi berbasis data sekunder dan perlu diverifikasi melalui pengukuran biomassa, komposisi botani, kualitas nutrisi, dan uji implementasi lapangan.