Penelitian ini didasari oleh tingginya miskonsepsi siswa yang dapat memengaruhi pemahamankonsep IPA secara ilmiah. Materi zat dan perubahannya merupakan salah satu konsep dasarIPA SMP yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, namun masih banyakmenimbulkan kesalahan pemahaman pada siswa, terutama terkait perubahan wujud zat, gerakpartikel, serta sifat gas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis profil miskonsepsi siswa SMPIslam Hidayatullah pada materi zat dan perubahannya menggunakan instrumen three-tier test.Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 30 siswa kelasVII yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupathree-tier test yang terdiri atas pertanyaan pilihan ganda, alasan jawaban, dan tingkat keyakinansiswa. Data siswa diklasifikasikan ke dalam kategori paham konsep, tidak paham konsep, danmiskonsepsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kategori tidak paham konsep masihmendominasi pada sebagian besar soal, sedangkan miskonsepsi tertinggi ditemukan padasubmateri perubahan fase cair–gas dengan persentase mencapai 40,0% pada salah satu soal.Beberapa miskonsepsi yang ditemukan antara lain siswa menganggap partikel zat membesarsaat dipanaskan, gas tidak memiliki massa, penguapan hanya terjadi ketika mendidih, serta airmendidih terurai menjadi hidrogen dan oksigen. Pola jawaban siswa menunjukkan bahwasebagian besar siswa masih memahami konsep berdasarkan pengalaman sehari-hari tanpamampu menjelaskan proses partikel secara ilmiah. Temuan penelitian ini menunjukkanperlunya strategi pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan berbasis visualisasi untukmembantu siswa memahami konsep zat dan perubahannya secara lebih tepat.