Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gestalt Therapy for Grief-Based Dysthymia: A Case Study of a Young Woman Raguan Hana; Setia Asyanti
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 12, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.117198

Abstract

Abstract. Persistent depressive disorder rooted in unresolved grief often presents therapeutic challenges when treated with symptom-focused approaches. This case study explores the effectiveness of a 10-session Gestalt therapy intervention in reducing depressive symptoms in a young adult woman with dysthymia. Using a qualitative single-subject design, the intervention was applied to a 21-year-old who experienced the loss of both parents at age of 15. The therapy focused on enhancing emotional awareness, resolving unfinished grief, and completing the Gestalt cycle. Sessions were held daily for 30-45 minutes each. Pre- and post-intervention depression levels were measured using the Beck Depression Inventory (BDI). Results showed a significant reduction in depressive symptoms, with BDI scores decreasing from moderate to mild depression. Qualitative data indicated improvements in emotional regulation, self-awareness, grief acceptance, and future planning. The findings suggest that Gestalt therapy can be effective for individuals with persistent depression rooted in unresolved loss.  Abstrak. Studi kasus ini mengeksplorasi efektivitas intervensi terapi Gestalt selama 10 sesi dalam mengurangi gejala depresi pada wanita dewasa awal dengan distimia. Menggunakan desain studi kasus subjek tunggal secara kualitatif, terapi diberikan pada subjek berusia 21 tahun yang kehilangan kedua orang tuanya pada usia 15 tahun. Terapi berfokus pada peningkatan kesadaran emosi, penyelesaian duka, dan penyempurnaan siklus Gestalt. Sesi berlangsung setiap hari selama 30-45 menit. Tingkat depresi diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Beck Depression Inventory (BDI). Hasil menunjukkan penurunan gejala depresi secara signifikan, dengan skor BDI menurun dari depresi sedang menjadi ringan. Data kualitatif menunjukkan peningkatan regulasi emosi, kesadaran diri, penerimaan duka, dan perencanaan masa depan. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi Gestalt efektif untuk individu dengan depresi persisten akibat kehilangan yang tidak terselesaikan.