Annabelle Maureen Cherry Therestian
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali, 80362, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KUALITAS SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA DITINJAU DARI UJI UTMT-1, REDUKTASE, DAN DERAJAT ASAM PADA PETERNAKAN KAMBING ETAWA MURNI SIBANG KAJA Weni Fahdatul Ilhami; Annabelle Maureen Cherry Therestian; I Wayan Suardana; I Gusti Ayu Agung Suartini
Buletin Veteriner Udayana Bul. Vet. Udayana. August 2026 Vol. 18 No. 4
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2026.v18.i04.p31

Abstract

Susu merupakan pangan bergizi tinggi yang konsumsinya terus meningkat di Indonesia, termasuk susu kambing Peranakan Etawa (PE) yang memiliki keunggulan dan banyak dikembangkan. Namun, kualitas susu dapat menurun akibat kontaminasi mikroba dan mastitis subklinis yang sering tidak bergejala tetapi berdampak pada mutu dan produksi susu, sehingga perlu dilakukan pengujian seperti Udayana Tokcer Mastitis Test-1 (UTMT-1), uji reduktase, dan derajat asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas susu kambing Peranakan Etawa (PE) di Peternakan Kambing Etawa Murni, Desa Sibang Kaja, Kabupaten Badung, Bali, melalui pengujian UTMT-1, uji reduktase, dan uji derajat asam. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan dengan pengambilan delapan sampel susu dari induk kambing laktasi menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kambing mengalami mastitis subklinis dengan tingkat keparahan sedang hingga berat berdasarkan skor UTMT-1. Hasil uji reduktase menunjukkan bahwa 75% sampel tergolong berkualitas kurang baik, sedangkan uji derajat asam menunjukkan bahwa 87,5% sampel berada dalam kategori asam. Analisis korelasi Spearman’s rho mengindikasikan adanya hubungan negatif sangat kuat dan signifikan antara UTMT-1 dan reduktase (ρ = –0,938; p = 0,001), sedangkan hubungan antara UTMT-1 dan derajat asam tidak signifikan secara statistik. Berdasarkan temuan tersebut, kualitas susu kambing PE di peternakan tersebut sebagian besar tergolong kurang baik, dan UTMT-1 serta uji reduktase saling melengkapi dalam mendeteksi penurunan kualitas susu akibat mastitis subklinis. Disarankan peningkatan manajemen pemerahan dan pemeliharaan, serta pelaksanaan pengujian mikrobiologis lanjutan untuk memperoleh gambaran kualitas susu yang lebih komprehensif.
UJI SENSITIVITAS DAN SPESIFISITAS REAGEN UTMT-1 TERHADAP REAGEN CMT SEBAGAI GOLD STANDARD PADA PENGUJIAN SUSU SAPI DI PETERNAKAN IJEN MAKMUR, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR Vania Dwi Astutiningtyas; Annabelle Maureen Cherry Therestian; I Wayan Suardana; I Gusti Ayu Agung Suartini
Buletin Veteriner Udayana Bul. Vet. Udayana. August 2026 Vol. 18 No. 4
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2026.v18.i04.p32

Abstract

Mastitis subklinis merupakan masalah kesehatan utama pada sapi perah yang sering tidak terdeteksi namun menyebabkan kerugian ekonomi signifikan akibat penurunan produksi dan kualitas susu. Deteksi dini di lapangan umumnya menggunakan California Mastitis Test (CMT) sebagai standar baku (gold standard), namun penggunaannya di peternakan rakyat sering terkendala harga dan ketersediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat sensitivitas, spesifisitas, Nilai Prediktif Positif (PPV), dan Nilai Prediktif Negatif (NPV) reagen inovasi Udayana Tokcer Mastitis Test-1 (UTMT-1) dibandingkan dengan reagen CMT. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 17 ekor sapi perah laktasi di KPSP Ijen Makmur, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesesuaian skor reaksi yang setara antara kedua reagen. Analisis data menunjukkan bahwa reagen UTMT-1 memiliki nilai Sensitivitas (Se) 100%, Spesifisitas (Sp) 100%, Nilai Prediktif Positif (PPV) 100%, dan Nilai Prediktif Negatif (NPV) 100%. Tingginya akurasi ini membuktikan bahwa reagen UTMT-1 memiliki kemampuan diagnostik yang setara dengan CMT. Disimpulkan bahwa kinerja reagen UTMT-1 tidak berbeda dengan reagen CMT sehingga dapat menjadi alternatif alat deteksi dini mastitis subklinis guna mendukung program kesehatan ambing di tingkat peternakan rakyat.