Yoans Beni Eko Saputra Leo Lulu Lau
Yogyakarta State University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Ketidaksantunan Berbahasa dalam Kolom Komentar Akun X @Idextratime: Kajian Sosiopragmatik Yoans Beni Eko Saputra Leo Lulu Lau; Sony Christian Sudarsono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 4 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/rjzwvh39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis strategi ketidaksantunan berbahasa dalam kolom komentar akun X (Twitter) @idextratime berdasarkan teori Culpeper (1996) dalam kerangka sosiopragmatik. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui alasan mengapa penggemar sepak bola sering melakukan ketidaksantunan dalam interaksi di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa komentar yang dikumpulkan menggunakan metode simak dan teknik lanjutan rekam. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 32 komentar yang dianalisis, ditemukkan 3 strategi ketidaksantunan yang digunakan, yaitu ketidaksantunan positif (19 tuturan), kesantunan semu atau sarkasme (11 tuturan), dan strategi ketidaksantunan ganda yang mengunakan 2 strategi berbeda (2 tuturan). Adapun 3 strategi ketidaksantunan yang tidak ditemukkan adalah strategi ketidaksantunan langsung, ketidaksantunan negatif, dan menahan kesantunan. Selain itu, penggunaan strategi ketidaksantunan tersebut ditandai dengan fungsi tindak tutur, yakni menyindir, menghina, mencela, mengejek, merendahkan, meremehkan, dan melarang. Tujuan dari penggunaan strategi ketidaksantunan ini adalah sebagai bentuk solidaritas terhdap kelompok sendiri dan rivalitas terhadap kelompok lain yang tentunya merupakan bagian dari budaya banter atau olok-olokan di dunia sepak bola. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi sosiopragmatik dan menjadi acuan untuk penelitian sosiopragmatik selanjutnya mengenai interaksi kelompok atau fandom di media sosial.