Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Penggunaan Karang Jahe Sebagai Agregat Halus Pada Beton SCC Terhadap Slump Flow Dan Kuat Tekan Bisminabilla; Suhaimi; Husaini
Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi Vol 10 No 2: Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi, Juli, 2026
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Al Muslim - Bireuen Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/cm98ff37

Abstract

Beton Self-Compacting Concrete (SCC) merupakan jenis beton yang mampu mengalir dan memadat secara mandiri tanpa bantuan getaran mekanis sehingga dapat menghasilkan beton yang lebih homogen dan mengurangi risiko terjadinya rongga pada proses pengecoran. Penggunaan agregat halus alami yang terus meningkat menyebabkan perlunya pemanfaatan material alternatif yang lebih ramah lingkungan. Salah satu material yang berpotensi digunakan adalah karang jahe sebagai substitusi sebagian agregat halus pada campuran beton SCC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan karang jahe terhadap nilai workability dan kuat tekan beton SCC. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium menggunakan variasi substitusi karang jahe sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% dari total agregat halus. Faktor air semen (FAS) yang digunakan sebesar 0,45 dengan penambahan superplasticizer Sika Viscocrete 10 sebesar 0,5% dari berat semen. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian slump flow untuk mengetahui kemampuan alir beton segar dan pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari menggunakan benda uji silinder berukuran 15 cm × 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan karang jahe menyebabkan nilai slump flow mengalami penurunan, namun seluruh variasi masih memenuhi kategori beton SCC menurut EFNARC. Nilai slump flow yang diperoleh berturut-turut sebesar 680 mm, 650 mm, 620 mm, dan 600 mm. Sementara itu, hasil pengujian kuat tekan menunjukkan adanya peningkatan seiring bertambahnya persentase penggunaan karang jahe. Nilai kuat tekan beton berturut-turut sebesar 29,88 MPa, 30,81 MPa, 31,92 MPa, dan 33,61 MPa. Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh pada variasi SCC-30%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan karang jahe sebagai substitusi sebagian agregat halus masih layak diterapkan pada beton SCC karena mampu mempertahankan karakteristik self-compacting serta meningkatkan kuat tekan beton