Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Comparison of wound healing of skin incision on albino rat (Rattus norwegicus) by treatment of electrical stimulations Rina Puspasari Herdiawan; Andri Rezano; . Vitriana; Irma Ruslina; Pritha Pitaloka; . Achadiyani
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 51, No 2 (2019)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2670.363 KB) | DOI: 10.19106/JMedSci005102201901

Abstract

Wound interferes with the equilibrium of skin functions. It disrupts a barrier function of the skin as external barrier of the internal organ from physical, chemical and biological environment. The wound can be easily treated but neglected wound can lead to several complications. Accelerate wound healing will prevent complications and reduce aesthetic problem in anti-aging treatment. Previous studies showed that physical modulation as electrical stimulation could enhance wound healing processes. This study purposed to compare three different modes of electrical stimulation on wound healing such as transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), high voltage pulse current (HVPC) and low-intensity direct current (LIDC). This in vivo study used incisional skin biopsy of albino rat (Rattus norvegicus). Qualitative and quantitative parameters were analyzed to compare three different electrical stimulations on the wound healing response on the epidermis, dermis, inflammation, and angiogenesis phase. The highest histological score on the epidermis and dermis was found on LIDC whereas the highest histological score on the inflammation and angiogenesis phase was found on HVPC. This result of this study may provide useful information for selecting additional treatment for wound healing.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Utami, Katifa Agniansyah Idznie; Pitaloka, Pritha; Setiawan, Shellita Melanie Astuti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.43961

Abstract

Stres adalah reaksi emosional maupun fisik yang dialami seseorang karena ketidaksesuaian antara tuntutan yang dihadapi dan sumber daya yang dimiliki. Reaksi ini dipicu oleh faktor eksternal maupun faktor internal yang disebut stressor. World Health Organization (WHO) menyatakan stres merupakan suatu kondisi psikologis peringkat ke-4 sebagai penyakit yang umum terjadi di dunia. Stres dapat berdampak negatif terhadap berbagai aspek kesehatan, termasuk pola makan seseorang, yang pada akhirnya memengaruhi terhadap perubahan Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat stres dengan IMT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dan desain cross sectional. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan mulai dari tahun angkatan 2020 sampai 2023 menjadi sampel penelitian kali ini yang berjumlah 80 responden. Data didapatkan dari kuesioner Perceived Stress Scale -10 (PSS-10) dari hasil analisis berdasarkan karakteristik responden, mahasiswa dengan jenis kelamin perempuan yang berusia 22 tahun banyak mengalami stres. Kemudian, angkatan yang paling banyak berkontribusi berasal dari angkatan tahun 2022 dan 2023. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan kategori tingkat stres sedang mencapai 76,3% terutama angkatan 2020 yang sedang menjalani Co-Ass, sedangkan hasil perhitungan Indeks Massa Tubuh diperoleh 38 responden (47,5%) berada dalam kategori normal. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan Indeks Massa Tubuh dengan hasil p-value (P> 0,05).