Fakhrie Hanief
Universitas Islam Negeri Antasari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tartily Banjary: Metode Belajar Al-Qur'an Urang Banua (Studi Kasus Metode Tartily Banjary di Kalimantan Selatan) Muhammad Iqbal Ansari; Fakhrie Hanief
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 2 : SERUMPUN (JULY-AUGUST 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i2.505

Abstract

Pembelajaran Al-Qur'an di Indonesia telah berkembang melalui berbagai metode yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu inovasi lokal yang berkembang di Kalimantan Selatan adalah Metode Tartily Banjary, yang dirancang sebagai alternatif pembelajaran Al-Qur'an berbasis kearifan lokal dengan tetap mengakomodasi prinsip-prinsip pedagogi modern. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik utama Metode Tartily Banjary sebagai model pembelajaran Al-Qur'an. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam dengan pengembang metode, guru Al-Qur'an, koordinator munaqasyah, serta pengelola Sistem Informasi Akademik (SIA). Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Tartily Banjary memiliki delapan karakteristik utama, yaitu sistem pembelajaran berjenjang, materi pokok yang sistematis, pendekatan Sam'iyyah Syafahiyyah (Audio-Lingual), konsep pembelajaran SYARIF berbasis Quantum Learning dan Deep Learning, model evaluasi yang komprehensif dan dinamis, integrasi teknologi digital melalui aplikasi pembelajaran dan Sistem Informasi Akademik berbasis web, penerapan asas mutu berdasarkan prinsip Total Quality Management, serta dikembangkan oleh putra asli Banjar sebagai bentuk inovasi pendidikan berbasis kearifan lokal. Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa Tartily Banjary tidak hanya berfungsi sebagai metode membaca Al-Qur'an, tetapi juga sebagai model pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal, teori pembelajaran modern, inovasi teknologi, dan sistem penjaminan mutu dalam pendidikan Al-Qur'an.