Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Di Antara Realitas dan Citra: Hyperreality dalam Kehidupan Sosial Remaja di Papua Andi Ahriani; Silviyani Silviyani; Istika Ahdiyanti
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.667

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat membangun identitas, menampilkan eksistensi diri, dan memperoleh pengakuan sosial di ruang digital sehingga menjadi fenomena penting untuk dikaji karena representasi yang ditampilkan sering kali lebih berpengaruh dibandingkan realitas kehidupan sehari-hari. Dalam perspektif teori hiperrealitas Jean Baudrillard, media sosial menjadi ruang yang dipenuhi tanda, simbol, dan citra yang mampu menggantikan realitas serta membentuk realitas baru yang diyakini oleh pengguna maupun audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk hiperrealitas yang muncul dalam penggunaan media sosial oleh remaja di Kota Sorong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi digital terhadap remaja pengguna aktif Instagram dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima bentuk hiperrealitas, yaitu hiperrealitas karakter humoris, spiritualitas, validasi sosial melalui gaya hidup, validasi sosial melalui swafoto, dan validasi sosial melalui hubungan romantis. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa identitas digital remaja lebih banyak dibentuk oleh kebutuhan memperoleh validasi sosial berupa likes, komentar, viewers, dan followers dibandingkan kondisi nyata yang mereka alami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial telah menjadi arena utama pembentukan identitas berbasis representasi digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital dan kesadaran kritis agar remaja mampu menggunakan media sosial secara lebih bijak serta tetap mempertahankan autentisitas identitas dirinya.