Banar Dwi Retyanto
Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sains Al Qur‟an (UNSIQ) Wonosobo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING BERBASIS PANDANGAN KI HADJAR DEWANTARA UNTUK MENUMBUHKAN KOMPETENSI UNGGUL DI SMP Banar Dwi Retyanto
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol. 3 No. 1 (2016): January
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v3i1.332

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah menemukan model pembelajaran inquiry terbimbing berbasis pandangan Ki Hadjar Dewantara untuk menumbuhkan kompetensi unggul di SMP, dengan tujuan khususnya sebagai berikut : 1) Menguji kevalidan model pembelajaran tersebut; 2) Menguji keefektifan model pembelajaran tersebut; 3) Menguji kepraktisan model pembelajaran tersebut. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model dikembangkan melalui tiga tahap pengembangan yaitu : 1) Tahap Analisis Pendahuluan; 2) Tahap Pengembangan Model; 3) Tahap Ujicoba. Hasil validasi oleh tiga Validator memperoleh persentase penilaian dengan interval antara 83,33% s/d 95%, hal ini menunjukan perangkat pembelajaran model yang dikembangkan adalah valid dengan kriteria sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan efektif untuk menumbuhkan kompetensi unggul (pemecahan masalah, komunikasi, dan kerjasama) di SMP, berdasarkan hasil analisis uji t data kompetensi unggul dengan taraf signifikansi 5% diperoleh harga thitung sebesar 4,63 untuk keterampilan pemecahan masalah, 5,77 untuk keterampilan komunikasi tertulis, 4,87 untuk keterampilan komunikasi lisan, dan 5,02 untuk keterampilan kerjasama dengan ttabel sebesar 2,0003, hal ini menunjukan ada perbedaan kompetensi unggul antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai kepraktisan diperoleh melalui tanggapan atau respon siswa terhadap model pembelajaran merupakan salah satu tujuan penelitian ini yang didasarkan pada umpan balik siswa serta penilaian siswa terhadap model pembelajaran yang dikembangkan, diperoleh presentase kepraktisan adalah 86,45% dengan kriteria sangat baik.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB LONGSOR TEBING DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYU UNTUK PERTIMBANGAN SEBAGAI DAERAH PEMUKIMAN DI KABUPATEN WONOSOBO Banar Dwi Retyanto
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol. 3 No. 2 (2016): May
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v3i2.341

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah memberikan bahan pertimbangan kawasan daerah aliran sungai (DAS) Serayu digunakan sebagai daerah pemukiman, untuk tujuan khususnya adalah menganalisi kontribusi faktor faktor penyebab longsor tebing diantaranya jenis tanah, kecepatan aliran air, kemiringan tebing, dan curah hujan). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan melakukan deskripsi data atau krakter yang diperbandingkan satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan kesimpulan. Bahan yang digunakan dalam peneltian adalah data pengukuran Kemiringan lereng, peta jenis tanah dan peta curah hujan dari sumber yang terpecaya, sementara alat yang digunakan adalah Meteran, Botol air mineral dan Stopwatch untuk mengukur kecepatan arus aliran sungai. Wilayah dalam penelitian ini adalah daerah Aliran Sungai Serayu Kecamatan Kejajar, Garung, Mojotengah, Watumalang, Selomerto dan Leksono Kabupaten Wonosobo. Berdasar penelitian yang sudah di laksanakn dapat di simpulkan bahwa pada daerah sekitar aliran sungai Serayu tidak dapat di gunakan sebagai daerah pemukiman, hal ini terlihat dari hasil analisis data penelitian yang menunjukan 1) sebagian besar tebing yang terdapat pada daerah aliran sungai tergolong tebing curam dan sangat curam; 2) besarnya arus yang mengalir pada aliran sungai Serayu tergolong deras dan sangat deras hal ini dapat mempercepat terjadinya longsor pada tebing; 3) jenis tanah yang ada pada daerah sekitar aliran sungai adalah jenis tanah andosol, regosol, dan podsolik, dimana ketika jenis tanah ini peka dan sangat peka terhadap erosivitas; 4) intensitas curah hujan pada daerah aliran sungai tergolong sangat tinggi sehingga faktor ini mendukung pemercepatan terjadinya longsoran tebing di daerah aliran sungai Serayu.