Sri Jumini
Dosen Prodi Pendidikan Fisika, FITK UNSIQ

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KERANGKA KUALIFIKASI KEILMUAN FISIKA UNSIQ Sri Jumini
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol. 3 No. 1 (2016): January
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v3i1.333

Abstract

Profil lulusan Pendidikan Fisika UNSIQ harus diarahkan tidak hanya sekedar menguasai kompetensi ilmu Fisika, akan tetapi harus mampu melakukan kajian-kajian dan penelitian-penelitian (intidzar) terhadap kebenaran isi AlQuran. Karena Alqur'an tidak memuat secara detail pelajaran tentang ilmu pengetahuan kecuali hanya memberikan landasan untuk berpikir dan meneliti apa-apa yang ada di alam semesta ini. Sehingga akan didapatkan penjelasan mengenai alam semesta yang merupakan ayat-ayat kauniah yang digelar mengikuti sunnah-sunnah (ketetapan-ketetapan) Allah Swt. Dengan demikian ilmu pengetahuan yang terbentuk selaras dengan keharmonisan alam, karena bertolak dan berlandaskan kebenaran isi AlQuran. Pada akhirnya ilmu Fisika yang dikembangkan tidak hanya sekedar pengembangan ilmu fisika itu sendiri, akan tetapi berkembang untuk kemanfaatan dan kemaslahatan umat. Dengan demikian profil guru fisika UNSIQ yang professional, transformatif, humanis, dan Qurani dapat terwujud dengan baik. Lebih daripada itu kejayaan islam pada abad ketiga belas yang lalu dapat terwujud kembali.
FISIKA DALAM ATLETIK DAN BELADIRI Sri Jumini
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol. 3 No. 2 (2016): May
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v3i2.342

Abstract

Seorang olahragawan harus memperhatikan keadaan fisik dan teknik yang harus dikuasai sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam melakukan aktivitasnya. Keadaan fisik meliputi kesehatan dan postur tubuh, sedangkan teknik meliputi teknik olah raga yang harus dikuasai, keseimbangan tubuh, penentuan pusat gravitasi, momentum, dan torsi. Teknik dalam olah raga ini banyak sekali dibahas dalam fisika. Seorang olahragawan lompat tinggi dan lompat jauh akan sangat baik dalam aktivitas olah raganya, jika mengetahui pusat gravitasinya dengan baik. Manusia memerlukan keseimbangan agar segala aktivitas yang dilakukannya berjalan baik, sehingga tidak ada bagian tubuh yang cidera. Keseimbangan terjadi jika jumlah semua gaya dan jumlah semua torsi yang bekerja padanya sama dengan nol, ?F=0, ??=0. Sedangkan momentum banyak dilakukan dalam olah raga karate, tinju, dan lempar peluru. Dalam karate untuk memindahkan momentum yang besar sering berkaitan dengan kecepatan gerak dari lengan daripada gerakan seluruh badan. Pada pukulan ke depan, terjadi tumbukan ketika panjang jangkauan tangan sekitar 70%. Sedangkan dalam lempar peluru terjadi pemindahan bentuk kecepatan lambat dari gerak massa seluruh tubuh menjadi kecepatan tinggi disalurkan kepada peluru.