Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Aplikasi Absensi Guru dan Pegawai Berbasis Web di SMA PGRI Larantuka Menggunakan Algoritma Reed Solomon Code untuk Pembuatan QR-Code Aloisius Bernadus Lois Diaz; Dominikus Boli Watomakin; Alfian Nara Weking
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.726

Abstract

Absensi adalah proses mencatat atau memverifikasi kehadiran seseorang di suatu acara, tempat, atau kegiatan tertentu. Dalam konteks yang lebih luas, absensi digunakan untuk mengetahui apakah seseorang hadir atau tidak dalam kegiatan seperti rapat, sekolah, pekerjaan, seminar, dan lainnya. Di lingkungan kerja atau sekolah, absensi umumnya mencatat waktu kedatangan dan kepergian, serta frekuensi kehadiran seseorang. Absensi dapat dilakukan secara manual, seperti dengan mencatatkan tanda tangan, atau lebih modern dengan menggunakan sistem berbasis teknologi, seperti menggunakan kartu identitas, pemindaian sidik jari, atau QR code untuk memudahkan proses dan meningkatkan akurasi. Tujuan utama absensi adalah untuk memantau kehadiran, mengelola jadwal, dan sebagai dasar untuk menghitung gaji, memberi izin, atau memberi sanksi terhadap ketidakhadiran. Namun di lembaga pendidikan SMA PGRI LARANTUKA masih menggunakan cara manual dalam sistem absensi yang akan menyebabkan mudah hilang, terselip ataupun sobek, serta kurang efisien karena dalam absensi tersebut memakan waktu yang lama. Dalam merancang aplikasi ini penulis menggunakan. algoritma Reed-Solomon ini dikarenakan ini sangat cocok digunakan dalam perancangan aplikasi ini. Dalam aplikasi absensi dengan QR code, misalnya, setiap guru atau pegawai akan menerima QR code unik yang berisi data seperti ID pengguna dan timestamp. Ketika QR code dipindai, algoritma Reed-Solomon akan digunakan untuk mengoreksi jika ada kesalahan pembacaan akibat kerusakan fisik QR code. Ini memastikan bahwa data absensi yang tercatat adalah akurat meskipun QR code tidak terbaca dengan sempurna.