Wasting merupakan salah satu masalah gizi akut yang berdampak pada pertumbuhan anak. Salah satu penyebabnya adalah pola pemberian makan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola pemberian makan dengan kejadian wasting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tarokan, Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan pada 1–31 Mei 2025. Sampel sebanyak 36 balita dipilih melalui probability sampling dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner serta pengukuran berat badan dan tinggi badan, kemudian dianalisis dengan uji Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian wasting (p=0,000; r=-0,723), dengan kekuatan hubungan yang kuat. Dapat disimpulkan bahwa pola pemberian makan berhubungan dengan kejadian wasting pada balita. Edukasi kepada orang tua mengenai pemberian makanan yang tepat dan bergizi seimbang sesuai kebutuhan anak perlu diperkuat.