Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kapasitas Bangunan Kantong Lumpur D.I. Paya Lombang, Bendung Sei Padang, Sumatera Utara Rizki Pratama Dwi Kurnia Tambak; Ahmad Perwira Mulia; Ivan Indrawan; Robi Arianta Sembiring
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2026): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v5i9.592

Abstract

Kantong lumpur merupakan komponen penting dalam sistem irigasi karena mengendapkan sedimen sebelum air memasuki saluran primer. Pada Daerah Irigasi Paya Lombang, sedimentasi dan pertumbuhan vegetasi menunjukkan perlunya evaluasi kapasitas serta kinerja bangunan kantong lumpur Bendung Sei Padang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik sedimen, menentukan kecepatan jatuh partikel dan aliran, menghitung volume sedimen masuk, serta mengevaluasi kapasitas dan efisiensi kantong lumpur. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan, pengambilan sampel sedimen, dokumentasi, pengumpulan data hidraulik sekunder, dan pengujian laboratorium. Analisis meliputi analisis saringan dan hidrometer, klasifikasi tekstur tanah USDA, pengujian kecepatan jatuh, pengukuran konsentrasi sedimen layang, perhitungan angkutan sedimen dengan metode Lane dan Kalinske, serta evaluasi hidraulik berdasarkan kriteria KP-02, Shield, dan Camp. Hasil menunjukkan bahwa sedimen pada sebagian besar lokasi berupa sandy loam, sedangkan bagian tengah kantong lumpur bertekstur sandy dan saluran primer bertekstur loam. Kecepatan jatuh rata-rata sedimen dalam kantong lumpur mencapai 0,0050 m/detik. Kapasitas perhitungan sebesar 3.942,144 m³ memerlukan lebar 10,123 m, lebih besar daripada lebar eksisting 5,20 m; namun, rasio panjang terhadap lebar sebesar 10,866 masih memenuhi persyaratan KP-02. Volume eksisting 135,85 m³ melebihi volume sedimen selama 14 hari sebesar 41,86 m³, sehingga pembilasan dua mingguan masih memadai. Efisiensi pengendapan mencapai 85%, kondisi turbulensi dinyatakan aman, dan tegangan geser dasar 6,078 N/m² memungkinkan pembilasan partikel berdiameter kecil. Sekitar 5,8% sedimen layang dari hulu bendung masuk ke kantong lumpur. Dengan demikian, kapasitas volume dan operasi pembilasan masih mencukupi, tetapi keterbatasan lebar, sedimentasi, vegetasi, dan pengoperasian pintu intake memerlukan pemeliharaan serta pengendalian yang lebih konsisten secara berkelanjutan dalam pengelolaan irigasi setempat.