This research is motivated by the suboptimal use of learning media in Indonesian Language subjects in fifth grade elementary schools. Learning is still dominated by lecture methods with the use of textbooks and teaching modules as learning resources so that students are less active, easily bored, and have difficulty understanding the material of synonyms and antonyms. This study aims to develop educational snakes and ladders learning media on synonyms and antonyms and determine the level of feasibility and practicality. The study used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects included material expert validators, media expert validators, fifth grade teachers, and 16 fifth grade students of SDN Wotbakah. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, then analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The results showed that the media obtained a percentage of media expert validation of 86% and material expert validation of 86%, both of which are categorized as very feasible. The practicality test showed a percentage of teacher responses of 98% and student responses of 94%, which are categorized as very practical. Thus, the educational snakes and ladders learning media is declared very suitable and very practical to be used as a learning media for synonyms and antonyms for fifth grade elementary school students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V sekolah dasar. Pembelajaran masih didominasi metode ceramah dengan pemanfaatan buku paket dan modul ajar sebagai sumber belajar sehingga siswa kurang aktif, mudah merasa bosan, dan mengalami kesulitan memahami materi sinonim dan antonim. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran ular tangga edukatif pada materi sinonim dan antonim serta mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian meliputi validator ahli materi, validator ahli media, guru kelas V, dan 16 siswa kelas V SDN Wotbakah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh persentase validasi ahli media sebesar 86% dan validasi ahli materi sebesar 86%, yang keduanya termasuk kategori “sangat layak digunakan”. Uji kepraktisan menunjukkan persentase respons guru sebesar 98% dan respons siswa sebesar 94%, yang termasuk kategori “sangat praktis digunakan”. Dengan demikian, media pembelajaran ular tangga edukatif dinyatakan sangat layak dan sangat praktis digunakan sebagai media pembelajaran materi sinonim dan antonim bagi siswa kelas V sekolah dasar.