Muzammil Wildan
Institut Agama Islam Nurul Hakim

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KERANGKA LITERASI TAFSIR KRITIS BERBASIS METODOLOGI IBN KATSIR: IMPLIKASI BAGI PEMBELAJARAN TAFSIR DI PERGURUAN TINGGI ISLAM Muzammil Wildan
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14923

Abstract

Teaching Qur’anic exegesis in Islamic higher education should not be limited to mastering interpretive content but should also develop students’ abilities to evaluate sources, follow argumentative structures, establish connections among verses, and verify transmitted reports. This article aims to formulate a critical tafsir literacy framework based on the methodology of Ibn Kathir’s Tafsir al-Qur’an al-‘Azim by transforming the methodological characteristics of his exegesis into principles and learning activities for tafsir instruction. This study employs a qualitative approach using library research and document analysis. The primary source is Tafsir al-Qur’an al-‘Azim by Ibn Kathir, while secondary sources include works on tafsir methodology and studies on tafsir learning, Qur’an-Hadith education, and critical thinking in Islamic education. The analytical units were purposively selected from tafsir passages representing Qur’an-by-Qur’an interpretation, the use of hadith and early authorities, tahlili analysis, verse grouping, and criticism of Isra’iliyyat. The analysis formulated four pedagogical components: source-hierarchy literacy, sequential and multi-aspect analysis, local thematic integration, and critical verification of reports. These components are organized into a learning sequence of source exploration–analysis–integration–verification–reflection, which guides students to understand how tafsir arguments are constructed and evaluated. This framework extends the study of Ibn Kathir from merely methodological classification toward the utilization of tafsir practices as a learning design that supports students’ analytical, evaluative, and argumentative abilities. Since this study is conceptual in nature, the effectiveness of the proposed framework requires further examination through classroom-based or experimental research in Tafsir, Ulum al-Qur’an, or Tafsir Tarbawi courses. ABSTRAK Pembelajaran tafsir di perguruan tinggi Islam tidak cukup diarahkan pada penguasaan isi penafsiran, tetapi juga perlu membentuk kemampuan mahasiswa dalam menilai sumber, mengikuti alur argumentasi, menghubungkan ayat, dan memverifikasi riwayat. Artikel ini bertujuan merumuskan kerangka literasi tafsir kritis berbasis metodologi Tafsir al-Qur’an al-Azim karya Ibn Katsir dengan mengubah karakter metodologis penafsiran menjadi prinsip dan aktivitas pembelajaran tafsir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis dokumen. Sumber primer penelitian adalah Tafsir al-Qur’an al-Azim karya Ibn Katsir, sedangkan sumber sekunder mencakup literatur metodologi tafsir serta penelitian tentang pembelajaran tafsir, Al-Qur’an-Hadis, dan berpikir kritis dalam pendidikan Islam. Unit analisis dipilih secara purposif pada bagian-bagian tafsir yang merepresentasikan penafsiran Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, penggunaan hadis dan atsar, analisis tahlili, pengelompokan ayat, serta kritik terhadap Israiliyat. Hasil analisis merumuskan empat komponen pedagogis, yaitu literasi hierarki sumber, analisis berurutan dan multi-aspek, integrasi tematik lokal, serta verifikasi kritis riwayat. Keempat komponen tersebut disusun dalam alur pembelajaran eksplorasi sumber–analisis–integrasi–verifikasi–refleksi yang mengarahkan mahasiswa untuk memahami cara membangun dan mengevaluasi argumentasi tafsir. Kerangka ini memperluas kajian Ibn Katsir dari sekadar klasifikasi metodologis menuju pemanfaatan prinsip kerja tafsir sebagai desain pembelajaran yang mendukung kemampuan analitis, evaluatif, dan argumentatif mahasiswa. Karena penelitian ini bersifat konseptual, efektivitas kerangka tersebut masih perlu diuji melalui penelitian kelas atau eksperimen pada mata kuliah Tafsir, Ulumul Qur’an, atau Tafsir Tarbawi.