Kegiatan pengangkutan hasil panen merupakan salah satu tahapan penting dalam usaha pertanian melon. Berdasarkan hasil observasi pada mitra di Kp. Pancuran, Desa Lebakwana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, proses pengangkutan melon masih dilakukan secara manual dengan menggunakan wadah sederhana dan mengandalkan tenaga manusia. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengumpulan dan pemindahan hasil panen membutuhkan waktu yang lebih lama, kapasitas angkut terbatas, serta berpotensi menimbulkan kelelahan pada pekerja. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menerapkan alat bantu berupa troli sebagai solusi teknologi tepat guna untuk membantu proses pengangkutan melon. Tahapan kegiatan meliputi observasi kondisi mitra, identifikasi permasalahan, perancangan dan penyiapan troli, uji coba penggunaan, penerapan di area panen, pelatihan penggunaan dan perawatan, serta evaluasi. Troli yang diterapkan merupakan jenis flat cart dengan ukuran 90 × 60 cm dan kapasitas angkut yang direncanakan hingga 800 kg. Penerapan troli diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengangkutan, mempermudah proses pemindahan hasil panen, mengurangi beban kerja fisik pekerja, serta menciptakan proses kerja yang lebih ergonomis, efektif, dan efisien. Selain itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan alat bantu berupa troli dalam proses pengangkutan hasil panen melon, sehingga dapat membantu meningkatkan kapasitas pengangkutan, mengurangi beban fisik pekerja, serta mendukung terciptanya proses kerja yang lebih ergonomis dan efisien bagi masyarakat di Kp. Pancuran, Desa Lebakwana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten.