This study highlights the need for innovative teaching methods in traditional Islamic boarding schools, which have historically relied on conventional approaches to teaching classical Islamic texts and Hadith. Its primary objective is to evaluate the comparative effectiveness of the Jigsaw cooperative learning method for teaching classical Islamic texts and Hadith, to enhance students’ active participation, critical thinking skills, and conceptual understanding. Using a qualitative approach with a comparative study design, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. Previous research has discussed the effectiveness of the Jigsaw method in Islamic education, but has focused on only one field of religious study. No study has explicitly compared the effectiveness of the Jigsaw method across two pesantren disciplines that differ epistemologically: classical Islamic texts and Hadith. The findings indicate that although the Jigsaw method was generally well received and effective in both subjects, it demonstrated greater and more consistent effectiveness in Hadith instruction due to its declarative and conceptual nature, compared to Kitab Kuning, which is more linguistically and procedurally complex. This study implies that the Jigsaw method can transform a passive learning environment into an active and conducive one; however, its optimal implementation requires consideration of the epistemological characteristics of the subject matter, as well as adequate teacher training and group composition. Future research should explore context-specific adaptations of the Jigsaw method for various Islamic educational settings. Abstrak Studi ini menyoroti kebutuhan akan metode pembelajaran inovatif di pondok pesantren tradisional yang secara historis mengandalkan pendekatan konvensional dalam pengajaran kitab kuning dan Hadits. Tujuan utamanya untuk mengevaluasi efektivitas komparatif metode pembelajaran kooperatif Jigsaw dalam pengajaran kitab kuning dan Hadits, dengan sasaran meningkatkan partisipasi aktif santri, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman konseptual. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi komparatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian terdahulu membahas tentang efektivitas Jigsaw dalam pendidikan Islam, hanya berfokus pada satu bidang kajian keagamaan. Belum ditemukan penelitian yang secara eksplisit membandingkan efektivitas Jigsaw pada dua disiplin keilmuan pesantren yang secara epistemologis berbeda, yaitu kitab kuning dengan hadits. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Jigsaw secara umum diterima dengan baik dan efektif di kedua mata pelajaran, metode ini menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dan konsisten dalam pembelajaran Hadits karena sifatnya yang deklaratif dan konseptual, dibandingkan dengan kitab kuning yang lebih kompleks secara linguistik dan prosedural. Implikasi studi ini adalah bahwa Jigsaw dapat mengubah lingkungan belajar pasif menjadi aktif dan kondusif, namun penerapan optimalnya memerlukan pertimbangan karakteristik epistemologis materi pelajaran serta pelatihan guru dan komposisi kelompok yang memadai. Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi adaptasi Jigsaw yang spesifik konteks untuk berbagai lingkungan pendidikan Islam.