Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Audio-Visual pada Mata Pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana di SMKN 8 Makassar Aripahartati Devi. A; Restu Qurniawati; Hermin Febriana; Frischa Bunga; Nasaruddin Hasyim
Pinisi Journal of Community Service Volume 3, Nomor 1, 2026
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71309/m8n1xk48

Abstract

Pembelajaran pada mata pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana kelas XII di SMKN 8 Makassar selama ini berlangsung tanpa dukungan media yang memadai, sehingga guru cenderung menyampaikan materi secara lisan dan siswa menjadi pasif. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis audio-visual (video) sebagai alternatif penyampaian materi pemanfaatan sarana dan prasarana kantor, sekaligus menilai kesesuaian media tersebut dengan kebutuhan pembelajaran di kelas. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan data dihimpun melalui observasi, wawancara terhadap guru dan siswa, serta dokumentasi. Media video disusun melalui tahapan penentuan konsep, penyusunan storyboard, pemilihan aset visual dan audio, hingga proses penyuntingan menggunakan aplikasi Canva, dan dilengkapi dengan media poster sebagai pendukung visual. Evaluasi dilakukan melalui dua instrumen observasi, yakni aspek umum dan aspek khusus media. Hasil observasi aspek umum menunjukkan bahwa keenam indikator, mulai dari kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran hingga kemudahan penggunaan mandiri oleh siswa, tercapai dengan baik. Pada aspek khusus, enam dari delapan indikator kualitas teknis media (latar, ukuran huruf, jenis huruf, resolusi gambar, dan pemilihan gambar) juga tercapai, sementara kontras warna teks terhadap latar masih tergolong cukup, dan kejernihan kualitas video serta audio belum sempat diverifikasi secara langsung saat observasi. Secara keseluruhan, media audio-visual yang dikembangkan dinilai relevan dan mampu menghidupkan suasana belajar yang sebelumnya monoton, meskipun sejumlah aspek teknis masih memerlukan penyempurnaan lebih lanjut sebelum digunakan secara rutin oleh guru.