Keterbatasan sarana dan prasarana penunjang di banyak sekolah kejuruan sering memaksa guru bertahan pada metode ceramah satu arah, sebuah kondisi yang di SMK Wahyu 1 Makassar tampak nyata pada mata pelajaran Sarana dan Prasarana kelas XII dan berdampak pada menurunnya minat belajar siswa. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan tiga media pembelajaran, video, Power Point, dan poster, sebagai solusi atas keterbatasan tersebut, sekaligus menilai kesesuaian media yang dihasilkan dengan kebutuhan pembelajaran di kelas. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan data dihimpun melalui observasi, wawancara bersama ketua jurusan dan guru pengampu, serta dokumentasi sepanjang proses pengembangan hingga penyerahan media. Ketiga media disusun melalui tahap penentuan storyline, pemilihan aset visual dan audio, hingga produksi akhir, mencakup video tutorial pengelolaan peralatan kantor berdurasi sekitar lima menit, slide Power Point tentang penerapan pemanfaatan sarana dan prasarana, dan poster ringkasan bertema efisiensi penataan dan pemeliharaan aset. Hasil observasi setelah media diserahkan dan digunakan guru di kelas menunjukkan capaian positif pada keenam indikator yang diamati: media sesuai dengan tujuan pembelajaran, dikuasai guru, mendorong keaktifan siswa, direspons positif, membantu kelancaran pembelajaran, dan dapat digunakan siswa secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran yang sederhana namun tepat sasaran dapat membantu mengatasi dampak keterbatasan sarana dan prasarana terhadap motivasi belajar siswa, sekaligus memberi guru referensi media yang sebelumnya tidak tersedia di sekolah.