Penelitian ini mengkaji pengaruh kualitas komite audit terhadap kompensasi CEO, dengan karakteristik CEO sebagai variabel moderator. Dimensi-dimensi kualitas komite audit yang diteliti meliputi keragaman gender perempuan, ukuran komite, independensi, dan ketekunan, yang diukur berdasarkan frekuensi rapat komite. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang dikumpulkan dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Setelah menerapkan kriteria pengambilan sampel yang telah ditentukan sebelumnya, total 124 pengamatan perusahaan-tahun dianalisis. Analisis regresi data panel dilakukan menggunakan EViews 12 untuk menguji hubungan di antara variabel-variabel tersebut. Temuan empiris menunjukkan bahwa keragaman gender perempuan dalam komite audit, independensi, dan ketekunan tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap kompensasi CEO. Sebaliknya, ukuran komite audit memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap kompensasi CEO, yang menunjukkan bahwa komite audit yang lebih besar dikaitkan dengan tingkat remunerasi CEO yang lebih rendah. Selain itu, karakteristik CEO tidak secara signifikan memperkuat atau melemahkan hubungan antara kualitas komite audit dan kompensasi CEO. Temuan ini berkontribusi pada literatur tata kelola perusahaan dengan memberikan bukti empiris mengenai peran kualitas komite audit dalam menentukan kompensasi eksekutif di industri pertambangan Indonesia serta menawarkan wawasan praktis bagi perusahaan dan pembuat kebijakan yang berupaya meningkatkan praktik tata kelola dan kebijakan kompensasi.