Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi stabilitas finansial Generasi Z pengguna layanan financial technology (fintech) di Indonesia, dengan menempatkan literasi keuangan, gaya hidup, perilaku keuangan, media sosial, dan tekanan sosial sebagai determinan utama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data yang diperoleh dari 150 responden Generasi Z pengguna fintech dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan perilaku keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap stabilitas finansial. Sebaliknya, gaya hidup, media sosial, dan tekanan sosial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial. Secara simultan, kelima variabel berpengaruh signifikan terhadap stabilitas finansial, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,6413, yang menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 64,13% variasi stabilitas finansial responden. Temuan ini menegaskan bahwa stabilitas finansial Generasi Z pengguna fintech lebih erat berkaitan dengan kapasitas individu dalam memahami informasi keuangan dan menerapkannya melalui perilaku pengelolaan keuangan yang tepat dibandingkan dengan paparan gaya hidup maupun pengaruh sosial. Studi ini memperluas pemahaman mengenai determinan stabilitas finansial Generasi Z dalam konteks meningkatnya penggunaan fintech serta menegaskan pentingnya mengintegrasikan literasi keuangan dengan pembentukan perilaku keuangan dalam program edukasi finansial. Temuan penelitian memberikan implikasi bagi lembaga pendidikan, penyedia fintech, dan otoritas sektor keuangan untuk merancang intervensi literasi keuangan yang tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga diarahkan pada pembentukan praktik pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.