Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR COMPRÉHENSION ÉCRITE A1 BERBASIS TEKS AUTENTIK DAN PENDEKATAN INTERKULTURAL UNTUK SISWA MAS YASPI MEDAN Cladeo Yose Simangunsong; Natalia Permata Dora Ginting; Astrid Safitri; Novi Oktavia Mendrofa; Tengku Ratna Soraya; Hadijah Handayani Sibuea
Jurnal Education and Development Vol 14 No 3 (2026): Vol 14 No 3 September 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i3.8172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar membaca pemahaman bahasa Prancis berbasis platform digital Genially menggunakan teks autentik dan pendekatan antarbudaya untuk siswa sekolah menengah atas kelas sepuluh. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan membatasi prosesnya pada tahap analisis, perancangan, dan pengembangan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan buku teks, serta tinjauan literatur terkait karakteristik siswa era digital. Hasil tahap analisis menunjukkan bahwa dokumen perencanaan dan bahan ajar cetak yang ada saat ini masih didominasi oleh teks buatan yang mengabaikan konteks sosial dan budaya nyata. Sebagai solusi, telah dikembangkan sebuah media pembelajaran interaktif yang terdiri atas lima bagian utama. Media ini menampilkan dokumen autentik berupa menu makanan dan bukti pembayaran, serta fitur interaktif yang menyandingkan budaya kuliner Prancis dengan budaya Indonesia. Berdasarkan uji kelayakan, media pembelajaran ini memperoleh skor validasi sebesar 85% dari ahli materi dan 88% dari ahli media, sehingga pengembangan bahan ajar ini dikategorikan sangat layak untuk digunakan. Penggunaan teks autentik dan penyajian budaya secara berdampingan di platform digital ini terbukti mampu mengatasi kebosanan siswa, memfasilitasi kemandirian belajar, dan meningkatkan kesadaran komunikasi antarbudaya tanpa mengesampingkan identitas lokal pemelajar.