Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM EKSTRAKULIKULER KEPRAMUKAAN TERHADAP BUDAYA DISIPLIN DI SMPN 1 DANAU SEMBULUH Umi Subandiyah; Tazkiyatunnafs Elhawa; A’am Rifaldi Khunaifi; Fathul Zannah
Jurnal Education and Development Vol 14 No 3 (2026): Vol 14 No 3 September 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i3.8379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program ekstrakurikuler kepramukaan dalam membentuk budaya disiplin siswa di SMPN 1 Danau Sembuluh dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif evaluatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, pembina pramuka, guru, serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konteks, program kepramukaan relevan dengan kebutuhan sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa serta selaras dengan visi, misi, dan regulasi pendidikan nasional. Pada aspek input, program telah didukung oleh legalitas yang jelas, struktur organisasi, serta perencanaan kegiatan yang cukup baik, meskipun masih terdapat keterbatasan pada kualifikasi pembina dan sarana prasarana. Pada aspek proses, pelaksanaan kegiatan berjalan secara rutin dan terstruktur dengan metode pembinaan yang menekankan pembiasaan disiplin melalui praktik langsung, seperti latihan baris-berbaris dan sistem beregu, meskipun masih ditemukan ketidakkonsistenan kehadiran sebagian siswa serta evaluasi yang belum terdokumentasi secara sistematis. Pada aspek produk, program kepramukaan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan siswa, terutama dalam hal ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab, meskipun belum merata pada seluruh peserta didik. Secara keseluruhan, program ekstrakurikuler kepramukaan dinilai cukup efektif dalam membentuk budaya disiplin, namun masih memerlukan penguatan pada aspek input dan sistem evaluasi agar hasil yang dicapai lebih optimal dan berkelanjutan.