Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan yang berhubungan dengan pemanfaatan Posyandu Lansia di UPTD Puskesmas Waworete Kabupaten Konawe Kepulauan Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia yang terdaftar di wilayah kerja UPTD Puskesmas Waworete Tahun 2026. Sampel sebanyak 67 responden dipilih menggunakan simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda dengan bantuan SPSS. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,007) dan peran tenaga kesehatan (p=0,046) berhubungan signifikan dengan pemanfaatan Posyandu Lansia. Pada model akhir regresi logistik, pengetahuan (p=0,003; OR=5,592; 95% CI: 1,79 - 17,43) dan peran tenaga kesehatan (p=0,018; OR=4,017; 95% CI: 1,26–12,77) berhubungan signifikan dengan pemanfaatan Posyandu Lansia. Pengetahuan merupakan variabel paling dominan. Pengetahuan dan peran tenaga kesehatan berhubungan signifikan dengan pemanfaatan Posyandu Lansia. Akses pelayanan tidak berhubungan signifikan secara statistik, tetapi tetap relevan sebagai faktor kontekstual wilayah kepulauan. Penguatan edukasi kesehatan dan optimalisasi peran tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pemanfaatan Posyandu Lansia.