Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi (479 kasus) di UPT Puskesmas Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada tahun 2025, sementara cakupan rumah tangga berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di wilayah tersebut baru mencapai 36,74%. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya pengetahuan dan penerapan PHBS Tatanan Rumah Tangga, terutama pada indikator tidak merokok di dalam rumah dan etika batuk-bersin, yang berkontribusi terhadap tingginya penularan ISPA. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan leaflet sebagai program utama edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang PHBS sebagai upaya pencegahan ISPA. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis kebutuhan melalui kuesioner, penyusunan leaflet berdasarkan hasil analisis tersebut, serta penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab yang dilengkapi poster sederhana sebagai media pendukung di lokasi, dengan sasaran 14 responden masyarakat/keluarga binaan di wilayah kerja UPT Puskesmas Kelay. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan dua indikator PHBS terendah, yaitu tidak merokok di dalam rumah (69,0%) dan etika batuk-bersin (73,8%), yang menjadi fokus utama konten leaflet. Leaflet dibagikan kepada seluruh peserta sebagai bahan bacaan lanjutan di rumah, dan evaluasi hasil melalui tanya jawab lisan menunjukkan seluruh peserta mampu menjelaskan kembali pesan kesehatan pada leaflet dengan baik, menandakan peningkatan pemahaman tentang pencegahan ISPA. Kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran mitra untuk menerapkan PHBS, khususnya menghindari kebiasaan merokok di dalam rumah. Disimpulkan bahwa leaflet yang dikembangkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan lokal efektif digunakan sebagai media edukasi kesehatan yang dapat dibawa pulang di wilayah kerja puskesmas dengan karakteristik masyarakat pedesaan terpencil.