Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang banyak terjadi pada kelompok balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Berdasarkan data yang digunakan dalam kegiatan, terdapat 1.666 kasus ISPA pada tahun 2025. Permasalahan yang dihadapi antara lain masih terbatasnya edukasi kesehatan yang bersifat interaktif, rendahnya partisipasi sasaran, serta adanya faktor perilaku dan lingkungan seperti paparan asap rokok. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader Posyandu dalam memberikan edukasi pencegahan ISPA kepada ibu balita melalui metode demonstrasi dan penggunaan media alat peraga. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Redeb dengan melibatkan kader Posyandu dan ibu balita sebagai sasaran. Metode kegiatan meliputi identifikasi masalah, koordinasi, edukasi kesehatan, demonstrasi menggunakan alat peraga, konseling individu, serta publikasi media poster dan video edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, dimana rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 66,57 menjadi 90,00 berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test (peningkatan relatif sebesar 35,20%, p<0,001). Media alat peraga dan metode demonstrasi membantu penyampaian informasi menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Luaran kegiatan berupa edukasi interaktif, demonstrasi pencegahan ISPA, poster edukatif dengan akses video melalui kode pemindaian, serta video edukasi yang dipublikasikan melalui media komunikasi Puskesmas. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan ISPA serta mendukung penguatan peran kader Posyandu sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat.