Muhammad Ardiansyah Matondang
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penentuan Lokasi Pelayanan Kesehatan Berbasis GIS Menggunakan Metode Rank Reciprocal dan Simple Additive Weighting Muhammad Ardiansyah Matondang; Andi Zulherry
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 6 (2026): Edisi Oktober - November 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i6.1141

Abstract

Ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang terbatas di Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal — yang hanya memiliki satu UPTD Puskesmas untuk melayani 11 desa dengan total populasi 9.816 jiwa — menciptakan ketimpangan akses layanan kesehatan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis Geographic Information System (GIS) untuk menentukan lokasi prioritas pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan baru secara objektif dan berbasis data. Sistem mengintegrasikan metode Rank Reciprocal untuk pembobotan kriteria secara objektif dan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk perangkingan 11 alternatif desa berdasarkan lima kriteria: jumlah penduduk, jarak ke puskesmas terdekat (dihitung otomatis menggunakan formula Haversine), angka kematian, akses jalan, dan jumlah fasilitas kesehatan. Sistem dibangun menggunakan PHP Native, MySQL, Leaflet.js, dan Tailwind CSS, dilengkapi fitur drag-and-drop untuk pembobotan dinamis. Pengujian black box dengan 14 skenario seluruhnya menunjukkan hasil valid, dan validasi perhitungan manual terhadap keluaran sistem membuktikan konsistensi implementasi algoritma tanpa selisih. Dengan bobot Rank Reciprocal default (C1: 43,80%; C2: 21,90%; C3: 14,60%; C4: 10,95%; C5: 8,76%), sistem merekomendasikan Desa Roburan Lombang (Vi = 0,9825), Desa Roburan Dolok (Vi = 0,8850), dan Desa Lumban Dolok (Vi = 0,8584) sebagai tiga lokasi prioritas tertinggi pembangunan pelayanan kesehatan baru. Sistem ini menghasilkan rekomendasi yang objektif, transparan, dan mudah ditafsirkan oleh pemangku kepentingan dalam perencanaan kesehatan daerah.