This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

A, Optimalisasi pengelolaan aset Daerah dan penataan legalitas dalam Peningkatan pendapatan Asli Daerah: Studi Kualitatif Evaluasi penatausahaan Barang Milik daerah dan Strategi pemanfaatan Idle assets di Kabupaten Bulukumba Muh Rusli; Abdul Haris; Yassir Yassir
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 11: Oktober 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i11.20213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengelolaan aset daerah, mengevaluasi dampaknya terhadap (PAD), serta merumuskan pendekatan strategis pemanfaatan aset menganggur di Kabupaten Bulukumba. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi pada Badan Keuangan dan Aset Daerah serta instansi terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus pengelolaan aset saat ini masih terfokus pada rutinitas administratif dengan kelemahan fundamental pada tahap legal audit dan pengamanan fisik, yang dibuktikan dengan masih tingginya jumlah aset tanah yang belum bersertifikat. Dampak pemanfaatan aset terhadap PAD dinilai belum optimal dan mengalami kontraksi pada tahun 2024 (capaian retribusi hanya sebesar 50,65%) yang diakibatkan oleh tumpukan piutang masa lalu serta efek kejut (price shock) dari kenaikan tarif retribusi daerah. Meskipun demikian, pemerintah daerah telah menginisiasi pendekatan strategis melalui Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) pada lahan idle dan monetisasi ruang publik berarsitektur ikonik seperti Gedung Pinisi dan rencana Gedung Ammatoa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidaktuntasan legalitas dan lemahnya penatausahaan sangat menghambat kontribusi aset terhadap kemandirian fiskal daerah. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya akselerasi sertifikasi tanah melalui program PTSL, kewajiban penggunaan jasa penilai independen (appraisal) untuk penentuan nilai wajar sewa, serta integrasi sistem penagihan retribusi berbasis digitalisasi satu pintu (QRIS/ETPD).