Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen sehingga pasien stadium akhir memerlukan terapi hemodialisis. Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien hemodialisis adalah hipervolemia akibat ketidakpatuhan terhadap restriksi cairan. Kepatuhan pembatasan cairan dapat dipantau melalui Interdialytic Weight Gain (IDWG), yang menjadi indikator penting keberhasilan manajemen cairan. Edukasi berbasis perhitungan IDWG merupakan intervensi keperawatan yang dapat meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan. Tujuan: Mendeskripsikan implementasi edukasi restriksi cairan melalui perhitungan IDWG pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada satu pasien CKD yang menjalani hemodialisis di Unit Dialisis RS X. Implementasi dilakukan melalui edukasi mengenai pembatasan cairan dan perhitungan IDWG selama dua sesi hemodialisis, kemudian dievaluasi berdasarkan perubahan nilai IDWG dan pemahaman pasien. Hasil: Setelah intervensi, pasien pertama hingga keempat mampu menjelaskan kembali konsep IDWG, memahami pentingnya restriksi cairan, serta menunjukkan penurunan nilai IDWG. Pasien pertama mengalami penurunan IDWG dari 2,5 kg (4,92%) menjadi 2 kg (3,92%), pasien kedua dari 3 kg (4,48%) menjadi 1,2 kg (1,79%), pasien ketiga dari 3 kg (6%) menjadi 1 kg (2%), dan pasien keempat dari 2 kg (3,28%) menjadi 1,5 kg (2,46%). Penurunan IDWG tersebut menunjukkan peningkatan kepatuhan terhadap pembatasan cairan sehingga kebutuhan cairan selama periode interdialitik dapat lebih terkontrol. Kesimpulan: Edukasi restriksi cairan melalui perhitungan IDWG efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam mengendalikan asupan cairan sehingga mendukung pengelolaan status cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.