This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Syahrani Sidik
Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Belanja Pemerintah Daerah Dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Fakfak Tahun 2010-2024 Syahrani Sidik; Nurul Hanifa
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 11: Oktober 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i11.20568

Abstract

Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan salah satu tolok ukur utama keberhasilan pembangunan, namun capaiannya sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah daerah mengelola belanja publik dan menggali sumber pendapatan asli daerah. Kabupaten Fakfak, sebagai salah satu wilayah di Papua Barat dengan potensi sumber daya alam yang besar, masih menghadapi tantangan berupa belanja daerah yang terus meningkat namun belum diimbangi kemandirian fiskal yang memadai. Studi ini mengkaji sejauh mana belanja pemerintah daerah dan Pendapatan Asli Daerah memengaruhi dinamika pertumbuhan ekonomi Kabupaten Fakfak selama kurun waktu 2010–2024, pada saat alokasi belanja daerah terus membesar tetapi porsi PAD terhadap total pembiayaan daerah tetap kecil. Pendekatan yang dipakai bersifat kuantitatif-eksplanatori dengan memanfaatkan data time series tahunan dari BPS dan DJPK; pengolahan data melalui uji stasioneritas, uji kointegrasi, uji asumsi klasik, hingga regresi berganda OLS pada data first difference dilakukan dengan bantuan EViews 12. Temuan empiris memperlihatkan bahwa baik secara parsial maupun simultan, belanja pemerintah daerah dan PAD tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, dengan daya jelas model (R²) hanya 7,34 persen. Dapat disimpulkan bahwa dorongan belanja daerah dan PAD terhadap perekonomian Fakfak masih lemah, mengingat pola belanja yang cenderung konsumtif serta PAD yang belum ditopang oleh sektor-sektor produktif unggulan daerah.