Siswa yang mengikuti kegiatan kewirausahaan di SMK Perguruan Buddhi Tangerang masih mengalami kesulitan dalam mencatat transaksi, menghitung harga pokok produksi (HPP), menentukan harga jual, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta menyusun konten promosi digital. Program Youngpreneur School bertujuan memberikan pengalaman praktik kepada siswa dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran, menghitung HPP dan harga jual, menyusun laporan laba rugi sederhana, serta merancang konten dan strategi pemasaran digital untuk produk kreatif. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 dan melibatkan 50 siswa kelas XI dan XII yang mengikuti kegiatan kewirausahaan atau koperasi sekolah. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan learning by doing melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik pembukuan, pembuatan konten promosi, simulasi pitching, dan pendampingan kelompok. Capaian kegiatan dievaluasi berdasarkan keterlibatan peserta, hasil lembar kerja pembukuan, rancangan konten promosi, presentasi kelompok, dan kuesioner respons peserta. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa peserta dapat mempraktikkan pencatatan transaksi, mengidentifikasi komponen biaya, menghitung HPP, menentukan harga jual, dan menyusun rancangan promosi digital sesuai dengan produk yang dikembangkan. Peserta juga memperoleh pengalaman mengintegrasikan aspek keuangan dan pemasaran dalam satu simulasi usaha, mulai dari perencanaan produk hingga presentasi strategi penjualan. Dengan demikian, program Youngpreneur School memberikan pengalaman pembelajaran aplikatif yang membantu siswa memahami keterkaitan antara pengelolaan keuangan, penetapan harga, dan pemasaran digital dalam pengembangan produk kreatif. Namun, capaian tersebut masih terbatas pada hasil praktik selama kegiatan dan belum menunjukkan perubahan perilaku kewirausahaan dalam jangka panjang.