Purpose: This study aims to develop a data-informed conceptual framework for the continuous development of multicultural Islamic Religious Education (IRE) teaching materials in schools and madrasahs. The study addresses the limited responsiveness of predominantly normative IRE materials to multicultural contexts and the underutilization of educational evaluation as a basis for material development. Methods: This qualitative library research systematically reviewed scholarly literature on educational evaluation, data-informed decision-making, teaching material development, and multicultural Islamic education. The literature was analyzed using qualitative content analysis to identify and synthesize relevant concepts and relationships. Findings: The synthesis shows that data-informed evaluation can function beyond outcome measurement by supporting needs assessment, pedagogical reflection, material revision, and continuous improvement. The proposed framework consists of five interconnected stages: data-based needs analysis, multicultural IRE material development, implementation and data collection, reflective analysis and revision, and strengthening and dissemination of effective practices. Novelty: The framework conceptually integrates educational evaluation and multicultural IRE teaching material development as a continuous and cyclical process, repositioning evaluation from an endpoint of instruction to a mechanism for informing material design and improvement. Contribution: The study theoretically extends the role of evaluation in Islamic education toward a formative, reflective, and cyclical mechanism for instructional development, while providing a conceptual basis for producing more contextual, inclusive, and responsive multicultural IRE teaching materials. Future Research: Future studies should empirically validate the framework across different educational levels and institutional contexts. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual berbasis data untuk pengembangan berkelanjutan bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) multikultural di sekolah dan madrasah. Kajian ini merespons keterbatasan bahan ajar PAI yang cenderung normatif dalam merespons konteks multikultural serta belum optimalnya pemanfaatan evaluasi pembelajaran sebagai dasar pengembangan bahan ajar. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui telaah sistematis terhadap literatur ilmiah mengenai evaluasi pembelajaran, pengambilan keputusan berbasis data, pengembangan bahan ajar, dan pendidikan Islam multikultural. Literatur dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif untuk mengidentifikasi dan mensintesis konsep serta hubungan yang relevan. Hasil: Hasil sintesis menunjukkan bahwa evaluasi berbasis data tidak hanya berfungsi untuk mengukur hasil belajar, tetapi juga mendukung analisis kebutuhan, refleksi pedagogis, revisi bahan ajar, dan perbaikan berkelanjutan. Kerangka yang diusulkan terdiri atas lima tahap yang saling terhubung, yaitu analisis kebutuhan berbasis data, pengembangan bahan ajar PAI multikultural, implementasi dan pengumpulan data, analisis reflektif dan revisi, serta penguatan dan diseminasi praktik efektif. Kebaruan: Kerangka ini secara konseptual mengintegrasikan evaluasi pembelajaran dan pengembangan bahan ajar PAI multikultural dalam proses yang berkelanjutan dan siklik, dengan memosisikan evaluasi bukan sebagai tahap akhir pembelajaran, melainkan sebagai mekanisme untuk menginformasikan perancangan dan perbaikan bahan ajar. Kontribusi: Secara teoretis, penelitian ini memperluas pemaknaan evaluasi dalam pendidikan Islam menjadi mekanisme formatif, reflektif, dan siklik untuk pengembangan pembelajaran, sekaligus memberikan landasan konseptual bagi pengembangan bahan ajar PAI multikultural yang lebih kontekstual, inklusif, dan responsif. Riset Selanjutnya: Penelitian selanjutnya perlu menguji secara empiris kerangka tersebut pada berbagai jenjang dan konteks kelembagaan pendidikan.